Titik Nol Hari Ini Terekam Saat Sepi, Warga Jogja Dinilai Patuh Anjuran Sultan

Titik Nol KM Jogja sepi pada Selasa (9/6/2020). - Ist/Twitter @juwitacahaya
09 Juni 2020 16:27 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Adanya pandemi Covid-19 membuat pemerintah menganjurkan warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Namun, sebuah fenomena muncul di Jogja yakni warga marak bersepeda di jalanan di perkotaan, termasuk di Jalan Malioboro. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X pada Senin (8/6/2020) bahkan mengungkapkan jika masyarakat tidak mau mematuhi protokol kesehatan, bukan tidak mungkin pihaknya akan menutup Malioboro.

Peringatan Sultan rupanya cukup membuat warga di Jogja patuh. Hal ini terlihat dari suasana di Titik Nol Kilometer Jogja hari ini, Selasa (9/6/2020) menjadi sepi dari aktivitas warga.

Suasana di pusat wisata Kota Jogja itu seperti dibagikan oleh akun twitter @juwitacahaya. Ia membagikan sebuah video di perempatan Titik Nol Km Jogja dari sisi barat atau Jalan KH. Ahmad Dahlan.

Dalam video berdurasi hanya enam detik tersebut tampak suasana di Titik Nol sepi dari warga maupun pengendara yang melintas.

Saat dihubungi Harianjogja.com, pemilik akun tersebut mengungkapkan video tersebut diambilnya pada Selasa (9/6/2020) pagi pukul 09.03 WIB.

Pemilik akun @juwitacahaya yang merupakan warga Kulonprogo itu mengungkapkan dirinya terakhir kali ke Jogja sebelumnya yakni pada awal 2020.

"Kilometer Nol Yogyakarta pagi ini.. hwaaa akhirnya aku kota kota tenanan.. ku senang," tulisnya saat mengunggah foto tersebut, sealigus menambahkan emoticon tertawa.

Unggahan tersebut mendapatkan sejumlah respon dari warganet ketika dibagikan ulang oleh akun @jogjaupdate.com.

Sejumlah warganet menilai warga Jogja patuh setelah sebelumnya diperingatkan oleh raja mereka.

Hal itu seperti diungkapkan akun @agaaann. "Bar diseneni trus sepi wkwkwwk," katanya.

Akun @Demast1 menambahkan "Alhamdulillah, mematuhi sabda raja. Semoga berlaku di hari libur juga.. "

Adapun akun @kristi_251275 menulis "Yaa emang sepi klo siang... Smoga mematuhi anjuran pemerintah, takutnya Sri Sultan dhuko estu, repot kita nanti..."

Sehari sebelumnya, Sri Sultan HB X menceritakan pengalamannya saat ia sedang keluar dan kebetulan lewat malioboro. “Di Malioboro mereka kongkow, duduk tanpa memakai masker. Saya sudah telfon Pak Heroe [Wakil Walikota Jogja] dan Sekda untuk menertibkan mereka yang enggak pakai masker,” ujarnya, Senin (8/6/2020).

Ia menuturkan jika terjadi penularan Covid-19 di Malioboro, tracingnya akan sulit karena ada ribuan orang di situ, apalagi kemungkinan ada orang yang dari luar daerah. “Jangan sampai saya close [Malioboro]. Jangan sampai terjadi covid kedua, itu yang harus kita hindari. Kita minta kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Selain pengunjung, ia juga meminta pelaku usaha baik pedagang kaki lima (PKL) maupun toko untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menyediakan tempat cuci tangan yang bisa digunakan pengunjung. “Kalau minggu depan masih ada akan dibubarkan. Kami akan menempuh jalan itu karena resikonya terlalu besar,” katanya.