Advertisement
Terima Anggaran Rp985 Juta, Dispar Tancap Gas Pasang Wastafel

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul mempercepat pemenuhan infrastruktur dan sarana protokol kesehatan di objek wisata dalam sepekan ke depan. Hal ini menyusul cairnya anggaran Rp985 juta dari anggaran belanja tak terduga (BTT).
“Kami mengajukan Rp1,6 miliar dari BTT untuk pemenuhan sarana dan prasarana mendukung protokol kesehatan. Namun pada Jumat (19/6/2020) diputuskan besaran bantuan yang bisa dicairkan Rp985 juta,” kata Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, Minggu (21/6/2020).
Advertisement
Karena sudah bisa dicairkan, maka Dispar menargetkan pemenuhan infrastruktur dan sarana protokol kesehatan di objek wisata di Bantul bisa diselesaikan dalam sepekan. Dengan anggaran Rp985 juta, diperkirakan ada 127 titik pemasangan wastafel di semua objek wisata. “Selain itu kami juga memasang sarana di sejumlah desa wisata. Ada 86 titik untuk 27 desa wisata di Bantul,” katanya.
Anggaran Rp985 juta yang dicairkan tersebut, menurut Kwintarto, tidak sepenuhnya dibelanjakan untuk pembangunan tempat cuci tangan. Anggaran tersebut juga digunakan untuk kebutuhan pemenuhan alat pelindung diri (APD) seperti face shield, masker, sarung tangan dan sepatu untuk petugas kebersihan maupun penarik retribusi di objek wisata. “Karena mereka [petugas di lapangan] yang langsung berhadapan dengan wisatawan,” katanya.
Kendati mempercepat pemenuhan infrastruktur dan sarana di sejumlah objek wisata, Kwintarto belum bisa memastikan kapan objek wisata di Bantul resmi dibuka. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum objek wisata kembali dibuka. “Kami harus menunggu koordinasi dengan Dispar DIY,” ucapnya.
Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono, mengatakan jajarannya telah mendapatkan pendampingan dari Dispar DIY untuk meninjau persiapan menuju era normal baru di sektor pariwisata. Dari sembilan objek yang ada, rencananya ada empat tempat wisata yang dibuka untuk uji coba, masing-masing Hutan Pengger, Puncak Becici, Pinus Asri, dan Seribu Batu Songgo Langit. “Namun, untuk kepastiannya kapan, kami belum mengetahui. Kami masih menanti kajian dari Dispar DIY,” kata ketua koperasi yang menaungi sembilan objek wisata di Kecamatan Dlingo ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement

Amerika Serikat Keluarkan Peringatan Perjalanan untuk Warganya ke Indonesia, Hati-Hati Terorisme dan Bencana Alam
Advertisement
Berita Populer
- Merespons Upah Rendah Buruh, MPBI DIY Gelar Pasar Murah May Day
- Banjir dan Tembok Ambrol Diterjang Banjir, Penjaga Sekolah SD Bogem II di Sleman Diungsikan
- Jadwal KRL Jogja Solo Terbaru Hari Ini, Minggu 11 Mei 2025, Berangkat dari Stasiun Tugu hingga Palur
- Jadwal Terbaru KRL Solo Jogja Hari Ini, Minggu 11 Mei 2025, Berangkat dari Stasiun Palur hingga Lempuyangan
- Jangan Sampai Telat, Jadwal SIM Ditlantas Polda DIY Selama Mei 2025
Advertisement