Pilkada Gunungkidul: KPU Tambah Petugas Verifikator

Ilustrasi warga mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). - Bisnis/Rachman
24 Juni 2020 09:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – KPU Gunungkidul menambah 35 petugas untuk pelaksanaan verifikasi faktual yang dimulai Rabu (24/6/2020) atau hari ini hingga 12 Juli mendatang. Kebijakan menambah petugas tidak lepas adanya dua berkas bakal pasangan calon yang memenuhi persyaratan untuk maju dari jalur perseorangan.

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, pihaknya sudah memperispakan untuk pelaksanaan tahapan verifikasi faktual berkas bapaslon independen. Hasil dari kajian, butuh penambahan personel karena petugas yang ada dirasa belum bisa memenuhi target sesuai dengan jangka waktu untuk verifikasi. “Kita butuh tambahan 35 personel dan rencananya nanti akan oleh anggota PPS di desa,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).

BACA JUGA : Serius Maju Pilkada Gunungkidul, Rektor UNY Bergerilya

Penambahan petugas ini juga tidak lepas dari banyaknya berkas yang harus diverifikasi karena ada dua bapaslon yang jumlahnya lebih dari 90.000 dukungan. Sedangkan dari sisi aturan, dalam verifikasi faktual dilakukan seperti sensus sehingga petugas harus mendatangi langsung ke rumah warga yang memberikan dukungan.

Menurut dia, rentang waktu verifikasi selama 18 hari mulai Rabu (24/6/2020) hingga 12 Juli. Meski demikian, KPU Gunungkidul baru melaksanakan verifikasi mulai Sabtu (27/6/2020) hingga 10 Juli. “Kami optimistis bisa menyelesaikan dua berkas milik masing-masing bapaslon,” ungkapnya.

BACA JUGA : Nasdem Bantah Tuduhan Tak Demokratis dalam Pilkada

Hani menjelaskan, keyakinan dapat menyelesaikan verifikasi tidak lepas dari kajian yang telah dilaksankaan. Rencananya untuk masing-masing desa ada enam personel yang diterjunkan, terdiri dari tiga anggota PPS dan staf. “Sudah kami kaji. Bila sehari bisa menyelesaikan 20 berkas, maka bisa selesai pada 10 Juli mendatang,” katanya.