Tukang Becak & Pengendara Ojol Malioboro Tiba-Tiba Diberi Bantuan Uang Tunai

Sejumlah driver ojol di kawasan Malioboro saat menerima uang tunai dari Yuni Astuti, Jumat (3/7/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
03 Juli 2020 22:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Puluhan tukang becak dan driver ojek online (ojol) serta penjaga toko di kawasan Malioboro secara spontan diberi bantuan berupa uang tunai. Sebagian besar di antara mereka kesulitan mendapatkan pendapatan harian akibat pandemi corona.

Adapun bantuan itu secara spontanitas diberikan oleh seorang pengusaha bernama Yuni Astuti. Selain diberikan uang tunai, ojol dan tukang becak juga diberikan keleluasaan makan secara gratis di sejumlah PKL Malioboro. Sebelumnya Yuni juga sempat viral saat mengenakan masker bagi-bagi uang dari atas mobil mewah jenis Hummer pada April 2020 lalu.

Salah satu tukang becak asal Karangwaru, Tegalrejo, Kota Jogja Yatno, 49, mengaku sejak adanya corona, jarang ia membawa pulang uang karena sepi penumpang. Bahkan beberapa kali sempat tidak beroperasi karena sama sekali tidak ada yang menggunakan jasa transportasinya. Dengan adanya bantuan tunai tersebut, menurutnya sangat terbantu.

Baca juga: Tak Hanya Dokter di Banguntapan, Tenaga Kesehatan Asal Bambanglipuro Juga Terinfeksi Corona

"Hari ini saya belum dapat penumpang sama sekali, kalau sebelum corona agak lumayan, sehari bisa dapat Rp50.000 sampai Rp100.000. Sekarang [pandemi] ini dapat Rp10.000 sampai Rp20.000 saja susah. Dapat bantuan ini rencananya akan kami belikan beras," katanya saat di Malioboro, Jumat (3/7/2020).

Salah satu wanita driver Ojol bernama Mara menyatakan hal yang sama. Selama pandemi corona ia merasakan sulitnya mendapatkan penumpang. Padahal saat ini, ia menjadi tulang punggung keluarga, mengingat suaminya dirumahkan karena terdampak corona.

Baca juga: Ini Penyebab Harga Ayam di Kota Jogja Melambung Hingga Rp42.000 per Kilogram

"Bantuan dari Bu Yuni ini sangat membantu, selain diberi uang juga makan gratis ini berhemat bagi kami, karena saat ini orderan berkurang," katanya.

Yuni Astuti menyatakan bantuan itu diberikan secara spontanitas dan tidak ada maksud lain, selain tujuan sosial untuk meringankan masyarakat kecil. Ketua Badan Pengusaha Pemuda Pancasila ini menyadari bahwa sebagian besar driver ojol dan tukang becak sangat terdampak dengan kondisi saat ini.

"Dengan memberikan bantuan tunai tadi harapannya bisa meringankan beban mereka, karena tadi banyak yang menyampaikan kalau belum dapat penumpang," katanya.