Dukuh di Minggir Sleman Positif Covid-19, Hoaks Langsung Bermunculan

Layanan Pemdes Sendangmulyo, Minggir, tetap dibuka bagi masyarakat dengan protokol kesehatan, Kamis (23/7/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
23 Juli 2020 18:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Desa (Pemdes) Sendangmulyo, Minggir, Sleman, dikabarkan menutup pelayanan setelah salah satu dukuh terinfeksi Covid-19. Informasi tersebut dibantah oleh pemdes.

Plt Sekretaris Desa Sendangmulyo Wawan Gunawan mengatakan kabar yang menyebut pelayanan Pemdes Sendangmulyo ditutup adalah hoaks. "Kami tegaskan, tidak ada penutupan pelayanan di kantor. Semua berjalan normal. Kami masih melayani warga sesuai protokol kesehatan," kata Wawan saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (23/7/2020).

BACA JUGA: Di Jogja, Sejumlah Anak Muda Menanam Sayur & Hasilnya untuk Solidaritas Sesama

Menurut dia, salah satu kepala dusun (dukuh) di Sendangmulyo positif Covid-19. Menurut dia, dukuh tersebut kemungkinan terpapar Covid-19 saat mengunjungi saudaranya di Sendangarum. Kebetulan saudara si dukuh baru pulang dari luar daerah dan belakangan dinyatakan positif Covid-19.

“Dinkes Sleman kemudian melakukan tracing kepada 14 orang yang kontak erat di Sendangarum. Hasilnya, hanya pak dukuh yang dinyatakan positif," jelas Wawan.

BACA JUGA: Marka MotoGP Diberlakukan di Bantul

Untuk berjaga-jaga, seluruh perangkat Desa Sendangmulyo pun melakukan rapid test mandiri. Hasilnya tidak ada yang reaktif. Pemdes, kata Wawan, tetap melayani masyarakat dan menunggu arahan dari Dinkes. "Kami tetap menjaga stamina dan penguatan imun. Pelayanan juga tetap buka dengan menerapkan protokol kesehatan. Jadi tidak benar kalau pelayanan di Pemdes tutup," kata Wawan.

Menurut Kasi Pemerintahan Desa Sendangmulyo ini, bukan sekali ini saja kabar bohong muncul. Selain hoaks soal pelayanan kantor pemdes tutup, ada berita bohong yang menyebut keluarga dukuh yang pinsan selama tiga hari.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sleman Budiharjo juga membantah kantor desa yang tutup. Penutupan sebuah kantor, katanya, tetap harus menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19.