Penerapan Protokol Kesehatan di Malioboro Belum Maksimal

Sejumlah pesepeda berswafoto dengan latar belakang kawasan pedestrian Malioboro, Jogja, Minggu (7/6/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
28 Juli 2020 06:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, GONDOMANAN--Wisatawan yang masuk ke Malioboro diminta untuk melakukan scanning barcode sebelum memasuki kawasan tersebut. Namun, keberadaan petugas seringkali tidak terlihat menjaga pintu masuk Malioboro baik dari sisi utara maupun selatan.

Keberadaan petugas di setiap zona yang sudah ditetapkan sebelumnya tidak selalu ada. Bahkan, aturan jalan bagi pengunjung juga tidak digubris. Banyak pengunjung yang jalan dari arah utara melewati sisi selatan. Padahal, pengunjung yang berasal dari arah utara diwajibkan untuk melewati sisi barat Malioboro. Demikian juga pengunjung dari arah selatan diwajibkan untuk berjalan di sisi timur Malioboro.

Tidak hanya aturan jalan yang kerap tidak digubris oleh pengunjung, penggunaan masker bagi siapa saja yang berada di kawasan Malioboro juga tidak ditaati, baik oleh pengunjung maupun pedagang.

BACA JUGA : Malioboro Dijaga Ketat, Titik Nol Disterilkan

Salah satu pengunjung Malioboro, Damar, 29, warga Gamping, Kabupaten Sleman bercerita, ia mengunjungi Malioboro sekedar untuk menyambangi ikon wisata di Jogja di tengah masa tanggap darurat penanganan Covid-19 DIY yang akan berakhir pada akhir Juli ini. Ia menyayangkan masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Saya datang dengan istri, sekedar untuk melihat-lihat kondisi Malioboro, namun ternyata banyak yang tidak pakai masker dan tidak dilakukan pemeriksaan suhu tubuh pengunjung terlebih dahulu," ujar Damar, Senin (27/7/2020).

Ia mengatakan protokol pencegahan penularan Covid-19 semestinya diterapkan secara maksimal di kawasan Malioboro. Apalgi Malioboro merupakan tempat di mana massa berkumpul untuk sekedar nongkrong maupun berbelanja.

"Protokol pencegahan penularan Covid-19 harus diterapkan secara maksimal, jangan sampai ada klaster baru penularan Covid-19 di kawasan Malioboro," sambung Damar.

BACA JUGA : Pengunjung Malioboro Dibatasi Maksimal Hanya 2.500 Orang 

Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan gugus tugas penanganan Covid-19 kota Jogja tidak hanya menyandarkan tugas pengawasan Malioboro terhadap petugas Jogoboro. Melainkan, Satpol-PP Kota Jogja juga turut diturunkan.

"Bahkan, teman-teman TNI dan Polri juga ikut turun dalam tugas pengawasan di kawasan Malioboro. Konsentrasi kita semua untuk menegakkan protokol pencegahan penularan Covid-19. Kami mencoba memaksimalkan apa yang kami punya sembari melakukan evaluasi seiring perkembangan yang terjadi di Malioboro," terang Heroe.

Menanggapi soal petugas yang tidak melakukan penjagaan di setiap zona yang sudah ditetapkan di Malioboro, Heroe menegaskan jika ia akan segera melakukan upaya cek ke lapangan.

"Apabila ditemukan pelanggaran akan dilakukan penertiban dan pendisiplinan. Petugas Jogoboro itu memang bertugas mengkonsolidasikan agar protokol pencegahan penularan Covid-19 dilakukan oleh semua pihak tanpa terkecuali. Baik dari meminta pengunjung agar melakukan scanning barcode, pengecekan suhu tubuh, hingga menjaga interaksi di Malioboro," katanya.