Pemkab Gunungkidul Tak Lagi Gunakan Wanagama untuk Karantina Pasien Covid-19, Ini Penyebabnya

Aktivitas di kawasan Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen. Lokasi ini sempat digunakan untuk karantina pasien reaktif corona, tapi mulai Agustus harus dikosongkan. Foto diambil beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/David Kurniawan.
04 Agustus 2020 12:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com,PLAYEN –Pemkab Gunungkidul tidak lagi menggunakan Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen untuk tempat karantina suspek corona. Hal ini dikarenakan kerja sama sudah berakhir sejak Jumat (31/7) dan tidak bisa diperpanjang karena akan digunakan untuk kegiatan di UGM.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, kerja sama penggunaan Wisma Wanagama sudah berakhir. Oleh UGM diberikan masa transisi selama satu minggu agar mengosongkan lokasi yang dijadikan tempat karantina massal suspek corona.

BACA JUGA : Reaktif Rapid Test, Belasan Warga Gunungkidul Dikarantina

“Kerjasama rampung di akhir Juli, untuk sekarang kami diberikan kelonggaran selama satu minggu sebagai masa transisi sebelum diserahkan kembali ke UGM selaku pemilik wisma,” kata Edy kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Menurut dia, hingga sekarang masih ada tujuh orang yang dikarantina di Wisma Wanagama. Edy mengungkapkan tidak ada masalah dengan ketujuh orang ini karena tinggal menunggu hasil uji laboratorium.

“Sudah diambil swab dan tinggal menunggu hasilnya. Mungkin tiga atau empat hari sudah keluar sehingga saat dikembalikan sudah dalam keadaan kosong,” katanya.

Wisma milik UGM ini digunakan untuk karantina sejak akhir Mei lalu. Awalnya kerja sama hanya berlangsung selama 37 hari, namun diperpanjang hingga akhir Juli. Total biaya yang dikeluarkan untuk sewa mencapai Rp155 juta.

“Bulan pertama kita sewa sebesar Rp103 juta, sedangkan bulan kedua ada diskon sehingga hanya membayar Rp52 juta,” ungkapnya.

Disinggung mengenai penyebab wisma tak digunakan untuk lokasi karantina, Edy menampik jika permasalahan disebabkan karena masalah anggaran. Ia berdalih, pemkab masih memiliki anggaran yang tercantum di alokasi belanja tak terduga. Hanya saja, kerja sama harus diakhiri karena UGM akan menggunakan wisma untuk kegiatan internal pada September mendatang.

“Kami harus mencari lokasi karantina baru. Dinas kesehatan juga sudah menyiapkan beberapa alternatif setelah Wisma Wanagama tak lagi digunakan untuk karantina,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, pihaknya sedang menyiapkan salah satu puskesmas sebagai lokasi pengganti untuk karantina. “Wisma Wanagama mau digunakan UGM, sehingga tidak bisa digunakan. Kami sedang mencari lokasi baru untuk karantina,” katanya.

BACA JUGA : Warga Gunungkidul Reaktif Covid-19 Akan Dikarantina 

Menurut dia, lokasi baru dibutuhkan untuk antisipasi adanya penambahan suspek corona dikarenakan proses skrening yang terus digalakan. “Tidak semua bisa karantina mandiri, sehingga kami harus meyediakannnya,” ungkapnya.