PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Aktivitas di kawasan Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen. Lokasi ini sempat digunakan untuk karantina pasien reaktif corona, tapi mulai Agustus harus dikosongkan. Foto diambil beberapa waktu lalu. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com,PLAYEN –Pemkab Gunungkidul tidak lagi menggunakan Wisma Wanagama di Kalurahan Banaran, Playen untuk tempat karantina suspek corona. Hal ini dikarenakan kerja sama sudah berakhir sejak Jumat (31/7) dan tidak bisa diperpanjang karena akan digunakan untuk kegiatan di UGM.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, kerja sama penggunaan Wisma Wanagama sudah berakhir. Oleh UGM diberikan masa transisi selama satu minggu agar mengosongkan lokasi yang dijadikan tempat karantina massal suspek corona.
BACA JUGA : Reaktif Rapid Test, Belasan Warga Gunungkidul Dikarantina
“Kerjasama rampung di akhir Juli, untuk sekarang kami diberikan kelonggaran selama satu minggu sebagai masa transisi sebelum diserahkan kembali ke UGM selaku pemilik wisma,” kata Edy kepada wartawan, Senin (3/8/2020).
Menurut dia, hingga sekarang masih ada tujuh orang yang dikarantina di Wisma Wanagama. Edy mengungkapkan tidak ada masalah dengan ketujuh orang ini karena tinggal menunggu hasil uji laboratorium.
“Sudah diambil swab dan tinggal menunggu hasilnya. Mungkin tiga atau empat hari sudah keluar sehingga saat dikembalikan sudah dalam keadaan kosong,” katanya.
Wisma milik UGM ini digunakan untuk karantina sejak akhir Mei lalu. Awalnya kerja sama hanya berlangsung selama 37 hari, namun diperpanjang hingga akhir Juli. Total biaya yang dikeluarkan untuk sewa mencapai Rp155 juta.
“Bulan pertama kita sewa sebesar Rp103 juta, sedangkan bulan kedua ada diskon sehingga hanya membayar Rp52 juta,” ungkapnya.
Disinggung mengenai penyebab wisma tak digunakan untuk lokasi karantina, Edy menampik jika permasalahan disebabkan karena masalah anggaran. Ia berdalih, pemkab masih memiliki anggaran yang tercantum di alokasi belanja tak terduga. Hanya saja, kerja sama harus diakhiri karena UGM akan menggunakan wisma untuk kegiatan internal pada September mendatang.
“Kami harus mencari lokasi karantina baru. Dinas kesehatan juga sudah menyiapkan beberapa alternatif setelah Wisma Wanagama tak lagi digunakan untuk karantina,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, pihaknya sedang menyiapkan salah satu puskesmas sebagai lokasi pengganti untuk karantina. “Wisma Wanagama mau digunakan UGM, sehingga tidak bisa digunakan. Kami sedang mencari lokasi baru untuk karantina,” katanya.
BACA JUGA : Warga Gunungkidul Reaktif Covid-19 Akan Dikarantina
Menurut dia, lokasi baru dibutuhkan untuk antisipasi adanya penambahan suspek corona dikarenakan proses skrening yang terus digalakan. “Tidak semua bisa karantina mandiri, sehingga kami harus meyediakannnya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Pakar ULM mengingatkan bahaya kabut asap karhutla dan membagikan enam langkah melindungi diri dari paparan PM2.5.
Chelsea menang 3-2 atas Fulham di Craven Cottage lewat gol Joao Pedro, Morgan Rogers, dan Cole Palmer dalam drama lima gol.
Cek jadwal KSPN Jogja Selasa 25 Agustus 2026 menuju Obelix Sea View, Pantai Drini dan Pantai Parangtritis, lengkap dengan jam keberangkatan dan tarif
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Menhut dan Menteri LH tak hadir dalam rapat karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo.