Wisatawan Diprediksi Membeludak, Thermo Gun & Petugas di Malioboro Diperbanyak

Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
14 Agustus 2020 22:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Libur Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari Senin (17/8/2020) memperpanjang rentetan libur akhir pekan. Antisipasi sejumlah obyek wisata pun dilakukan tak terkecuali di kawasan Malioboro.

Kepala UPT Malioboro, Ekwanto menyebutkan beberapa persiapan jelang akhir pekan panjang telah dilakukan. Salah satunya memperbanyak jumlah Thermo Gun.

Thermo Gun ada sepuluh. Menurut Ekwanto di akhir jumlah pengunjung sudah ramai seperti normal. "Kalau akhir pekan sudah ramai seperti kondisi normal, seneng tapi takut, takutnya terjadi kluster [Covid-19] terus harus puasa lagi," ujarnya dihubungi Jumat (14/8/2020 )

Salah satu zona bahkan sempat penuh. Akhir pekan lalu jumlah pengunjung Malioboro menurut catatan Ekwanto lebih dari seribu orang. "Kemarin baru penuh sekali, kita info kan lewat radio sehingga para pengunjung bisa segera bergeser," ujar Ekwanto. Kendati demikian pembatasan kapasitas tiap zona Malioboro tetap dipatok 500 orang sekali waktu.

Dalam rangka mengantisipasi lonjakan pengunjung di akhir pekan panjang pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi. Petugas Jogoboro akan mendapatkan bantuan Satpol PP dan Dishub untuk siaga di tiap zona. Rencananya ada lebih 80 personil petugas yang akan disiagakan di kawasan Malioboro.

"Petugas Jogoboro tetap di-back up Satpol PP Kota Jogja dan Dishub, baik pengurai kerumunan ataupun membantu tidak ada yang melanggar arah oneway, agar tidak kerumunan, dan dapat diurai," terangnya.

Menurut penuturan Ekwanto kesadaran pengunjung untuk beridiri di marka penanda masih sangat rendah. Sementara itu Ekwanto juga mengakui masih ada beberapa pengunjung melanggar marka oneway.