Tol Jogja-Solo Diprediksi Sudah Bisa Digunakan Pada 2023

Ilustrasi. - Freepik
20 Agustus 2020 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Proyek pembangunan Jalur Tol Jogja-Solo dibagi dalam tiga seksi. Pemrakarsa proyek optimistis pemanfaatan tol Jogja-Solo untuk seksi pertama bisa dimanfaatkan mulai Juli 2023.

Mewakili Konsorsium Tol Jogja Solo, perwakilan PT Adhi Karya Pristi Wahyono menjelakan proyek tol jalan Jogja-Solo sejauh 96 km dibagi dalam tiga seksi. Dari jumlah tersebut sekitar 60 km masuk wilayah DIY di mana sepanjang 15 kilometer dibangun di atas tanah at grade dan sekitar 45 kilometer dibangun secara melayang (elevated).

Dijelaskan Wahyono, seksi pertama sepanjang 42,37 km menghubungkan jalur Kertasura-Purwomartani, Kalasan. Pembangunan seksi pertama ini melalui empat kabupaten di wilayah DIY dan Jawa Tengah baik Karanganyar, Boyolali, Klaten hingga Sleman.

Seksi kedua menghubungkan Purwomartani hingga Gamping sepanjang 22,88 km dan seksi ketiga dari Gamping hingga Kulonprogo sepanjang 30,78 km.

BACA JUGA: Napi yang Kabur dari Rutan Pajangan Kini Diburu Polisi

Ruas tol Jogja Solo ini juga terdapat sembilan simpang susun. Simpang susun (SS) dibangun di wilayah Kartusuro, Delangu, Klaten, Prambanan-Manisrenggo, Purwomartani, Gamping, Sentolo, Wates dan Kulonprogo-Purworejo.

"Tahapan pembangunan seksi pertama diawali dari dua arah sekaligus, dari Kartusuro dan Purwomartani. Kedua titik ini nantinya akan bertemu di wilayah Klaten," jelasnya saat presentasi terkait rencana pembangunan jalan tol Jogja-Solo, di sela-sela kegiatan pemasangan patok di Kadirojo 2, Purwomartani, Kalasan, Rabu (19/8/2020).

Lebih lanjut, Wahyono mengatakan jika pemanfaatan trase seksi pertama ditargetkan mulai Juli 2023 sementara seksi kedua ditargetkan pada pertengahan 2024 . Untuk pembangunan seksi ketiga ditargetkan pada 2022 sehingga ruas seksi ketiga bisa beroperasi pada akhir 2024.

Untuk mendukung proses pembangunan ruas tol agar sesuai target, pihaknya juga akan membangun parbik benton pra cetak (precast). Keberadaan pabrik beton precast, katanya, diharapkan bisa menyuplai kebutuhan beton untuk keperluan pembangunan jalan tol.

Menurutnya, kebutuhan tiang penyangga di Ring Road Utara untuk pembangunan tol secara melayang cukup banyak. Oleh karenanya, keberadaan pabrik beton precast sangat dibutuhkan. "Saat ini kami masih lakukan survei lapangan di sekitar jalan Magelang. Pabrik ini akan dibangun tahun ini dengan luas lahan hingga 10 hektare," katanya.