Pandemi, UMKM Bantul Mulai Bangkit

Ilustrasi UMKM - Bisnis Indonesia/Rachman
27 Agustus 2020 08:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKM) Bantul menyebut ribuan UMKM di Bantul mulai menggeliat kembali di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) akibat pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini. 

Kepala Dinas KUKM Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan UMKM Bantul terdampak saat awal pandemi Covid-19. Namun kini mulai menggeliat kembali dengan berbagai inovasi. Hal itu terlihat di sejumlah objek wisata dan pusat kerajinan mulai banyak pesanan.

BACA JUGA : Jumlah UMKM Bantul Menyusut 

"UMKM adalah sektor yang lebih imun terhadap bencana, mudah menyesuaikan dan sebagiannya telah memiliki manajemen risiko," kata Agus, Rabu (26/8/2020).

Agus belum mengetahui pasti jumlah UMKM di Bantul dengan alasan data UMKM dinamis terutama di masa pandemi ini.  Namun perkiraannya mencapai sekitar 41.000-an. Sebenarnya Dinas KUKM, kata dia, telah merencanakan pendataan kembali UMKM dengan pihak ketiga.

Pendataan tersebut untuk mengklasifikasikan jenis dan kelas UMKM mulai dari pemula, menengah, dan sudah mandiri.  Namun karena adanya pandemi sehingga pendataan terkendala.  Salah satunya karena anggaran pendataan terkena pemangkasan untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19.

BACA JUGA : Bantul Target 100 UMKM Bisa Masuk YIA

Kendati demikian, pihaknya fokus pendampingan dan penyehatan UMKM tetap dilakukan pada masa adaptasi kebiasaan baru ini, di antaranya melalui program perusai.  "Program perisai sehat adalah dengan tujuan masyarakat dan wirausahawan tetap sehat, daya beli masyarakat meningkat, ekonomi menggeliat," kata Agus.

Program perisai pemberdayaan dengan melakukan pelatihan teknis produksi,  kemasan,  inovasi,  dan pasar. Selain itu pemberdayaan dengan padat karya baik infrastruktrur maupun padat karya produktif salah satunya membuat masker kain batik yang sudah dilakukan.

Tidak hanya itu,  Pemkab Bantul melalui dana APBN dan APBD akan memberikan stimulan kepada UMKM dan koperasi salah satunya dana stimulai modal usaha sebesar Rp2,4 juta tiap UMKM.  Ada sekitat 26.000-an yang sudah diajukan mendapat dana stimulai ke Pemerintah Pusat, bahkan beberapa sudah ada yang dihubungi.

Menurut Agus Program perisai mendorong dan menumbuhkan cinta produk lokal dengan slogan sedengkul. "Sedengkul itu artinya senang dengan produk Bantul," ucap Agus.

BACA JUGA : UMKM Jogja Pemohon Bantuan Rp2,4 Juta Sudah Ribuan

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Erna Kusmawati mengatakan geliat UMKM Bantul di tengah pandemi ini juga terlihat dari adanya kreasi pasar COD Barter seperti dilakukan pelaku UMKM di Banguntapan Bantul, pasar kuliner di beberapa tempat seperti di Pasar Bantul dan Pasar Seni dan Wisata Gabusan (PSWG).

Pantauan di lapangan pelaku usaha kuliner saat ini mulai ramai kembali di objek wisata. Di PSWG misalnya hampir setiap malam sudah ramai pengunjung dan para pedagang makanan dan mainan. Sementara di sentra kuliner Pasar Bantul juga ramai setiap sore dan malam hari.  Sementara Pasar COD Barter di timur kantor Kecamatan ramai setiap Kamis.