Pemberdayaan Kelompok Pemuda dan KWT dengan Memanfaatkan Sabut Kelapa

Tim Pengabdian Masyarakat LPPM UPN Veteran Yogyakarta bekerja sama dengan mitra kelompok pemuda Taruna Jaya dan KWT Srikandi Tani melaksanakan kegiatan untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa tersebut. - Ist.
28 September 2020 16:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo Magelang merupakan daerah sentra kelapa, sehingga banyak limbah sabut kelapa dan hampir setiap pekarangan rumah warga terdapat tumpukan sabut kelapa yang mencemari lingkungan dan mengurangi keindahan.

Tim Pengabdian Masyarakat LPPM UPN Veteran Yogyakarta yang terdiri dari dosen Fakultas Pertanian yaitu Dyah Arbiwati, Mofit Eko Poerwanto dan Ali Hasyim Al Rosyid bekerja sama dengan mitra kelompok pemuda Taruna Jaya dan KWT Srikandi Tani melaksanakan kegiatan untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Oktober 2020.

Dyah Arbiwati mengatakan sabut kelapa yang jumlahnya melimpah di desa Kebonrejo dapat dikelola menjadi produk yang bernilai ekonomi dan dapat mendatangkan uang seperti membuat cocopeat sebagai media tanam, pot tanaman hias maupun kerajinan lainnya.

“Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum mempunyai alat pengurai sabut kelapa, sehingga tim pengabdi memberikan bantuan alat tersebut,” terangnya dalam rilisnya.

Mofit Eko Poerwanto menambahkan, kegiatan diawali oleh Tim Pengabdi dengan melaksanakan sosialisasi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Kemudian praktik mengoperasikan alat pengurai sabut kelapa, praktik dan pendampingan untuk pembuatan media tanam cocopeat plus dan pot tanaman hias.

“Ditengah kondisi pandemi covid-19 sekarang ini, produk tersebut tidak akan mempunyai nilai jual apabila tidak berkualitas dan menarik, serta tidak memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan produknya, misalnya melalui web maupun melalui media online facebook, instagram dan lain-lain,” katanya

Rencana ke depan tim akan melatih kelompok pemuda untuk membuat web dan media online facebook dan instagram untuk pemasaran produk dari sabut kelapa tersebut. “Dengan usia yang relatif muda maka akan lebih cepat paham dan kreatif dalam mengelolanya,” terang Ali Hasyim Al Rosyid.

Dyah Arbiwati berharap kegiatan tersebut dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan menimbulkan peluang usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi bagi kelompok pemuda Taruna Tani untuk menghasilkan aneka produk dari limbah sabut kelapa yang berkualitas. “Nantinya dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat di desa Kebonrejo,” ucapnya.