JKN PBPU BP Pemda Bantu Arin Pulih dari ISK Tanpa Keluar Biaya Berobat
Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dirasakan oleh masyarakat, termasuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah
Tim Pengabdian Masyarakat LPPM UPN Veteran Yogyakarta bekerja sama dengan mitra kelompok pemuda Taruna Jaya dan KWT Srikandi Tani melaksanakan kegiatan untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa tersebut. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA-- Desa Kebonrejo, Kecamatan Candimulyo Magelang merupakan daerah sentra kelapa, sehingga banyak limbah sabut kelapa dan hampir setiap pekarangan rumah warga terdapat tumpukan sabut kelapa yang mencemari lingkungan dan mengurangi keindahan.
Tim Pengabdian Masyarakat LPPM UPN Veteran Yogyakarta yang terdiri dari dosen Fakultas Pertanian yaitu Dyah Arbiwati, Mofit Eko Poerwanto dan Ali Hasyim Al Rosyid bekerja sama dengan mitra kelompok pemuda Taruna Jaya dan KWT Srikandi Tani melaksanakan kegiatan untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Oktober 2020.
Dyah Arbiwati mengatakan sabut kelapa yang jumlahnya melimpah di desa Kebonrejo dapat dikelola menjadi produk yang bernilai ekonomi dan dapat mendatangkan uang seperti membuat cocopeat sebagai media tanam, pot tanaman hias maupun kerajinan lainnya.
“Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum mempunyai alat pengurai sabut kelapa, sehingga tim pengabdi memberikan bantuan alat tersebut,” terangnya dalam rilisnya.
Mofit Eko Poerwanto menambahkan, kegiatan diawali oleh Tim Pengabdi dengan melaksanakan sosialisasi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Kemudian praktik mengoperasikan alat pengurai sabut kelapa, praktik dan pendampingan untuk pembuatan media tanam cocopeat plus dan pot tanaman hias.
“Ditengah kondisi pandemi covid-19 sekarang ini, produk tersebut tidak akan mempunyai nilai jual apabila tidak berkualitas dan menarik, serta tidak memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan produknya, misalnya melalui web maupun melalui media online facebook, instagram dan lain-lain,” katanya
Rencana ke depan tim akan melatih kelompok pemuda untuk membuat web dan media online facebook dan instagram untuk pemasaran produk dari sabut kelapa tersebut. “Dengan usia yang relatif muda maka akan lebih cepat paham dan kreatif dalam mengelolanya,” terang Ali Hasyim Al Rosyid.
Dyah Arbiwati berharap kegiatan tersebut dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan menimbulkan peluang usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi bagi kelompok pemuda Taruna Tani untuk menghasilkan aneka produk dari limbah sabut kelapa yang berkualitas. “Nantinya dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat di desa Kebonrejo,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dirasakan oleh masyarakat, termasuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah
Bangkok United resmi melepas Pratama Arhan usai kontrak berakhir. Bek Timnas Indonesia itu catat 15 laga di musim terakhirnya.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 23 Juni 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 per perjalanan.
Mas Marrel serap aspirasi warga Purwosari soal air dan wisata kopi di Menoreh. Infrastruktur dan irigasi jadi perhatian utama.
Pemerintah luncurkan SPHP kedelai subsidi Rp2.000/kg untuk perajin tahu tempe. Kuota awal 250.000 ton dengan anggaran Rp500 miliar.
Revisi UU Hak Cipta diingatkan tak membatasi kreativitas digital. Regulasi harus lindungi kreator tanpa mengancam kebebasan berekspresi.