Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Salah seorang petani di Kalurahan Bulurejo, Semin sedang mempersiapkan lahan untuk penanaman pada saat musim hujan. Foto diambil beberapa waktu lalu. Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, WONOSARI – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memastikan kuota pupuk bersubsidi masih sangat mencukupi. Adapun pengambilan pupuk ini mulai menggunakan program dari kartu tani.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, di masa tanam pertama di musim hujan, petani tidak perlu khawatir karena stok pupuk bersubsidi masih sangat mencukupi. Hal ini tidak lepas dari keberadaan stok yang masih banyak tersedia karena penyaluran masih dibawah 60%.
BACA JUGA : Penerima Pupuk Subsidi Wajib Punya Kartu Tani, Ini Imbauan
“Khusus untuk ZA sudah tersalurkan 68%, tapi untuk pupuk bersubsidi lain, angkanya masih dibawah 60%,” kata Bambang kepada wartawan, Minggu (11/10/2020).
Ia menjelaskan, untuk penyaluran urea dari kuota 13.415 ton baru terserap sekitar 5.488 ton atau tersalurkan sebanyak 38%. Hal yang sama juga terjadi di pupuk jenis NPK, dari kuota 5.763 ton, terserap sebanyak 3.188,12 ton atau tersalurkan seanyak 54%. “Secara kuota masih mencukupi sehingga petani tidak perlu khwatir,” katanya.
Menurut Bambang, penebusan pupuk sudah ada perubahan karena tidak lagi secara manual oleh petani. Sesuai dengan program dari kartu tani, maka petani diwajibkan menebus pupuk bersubsidi menggunakan kartu tersebut. “Sudah mulai digunakan sejak akhir September lalu,” katanya.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY diperkirakan minggu ketiga Oktober sudah memasuki musim hujan. Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan ini mengatakan, petani sudah mulai mempersiapkan untuk penanaman pertama di musim hujan. Total estimasi lahan yang ditanami seluas 58.627 hektare, sudah digarap untuk persiapan tanam seluas 26.183 hektare.
“Memang belum semuanya diolah untuk persiapan masa tanam,” ungkapnya.
BACA JUGA : Kuota Berkurang, Pemkab Sleman: Kami Jamin Pasokan
Untuk memaksimalkan hasil produktivitas petani, selain memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi, dinas pertanian dan pangan juga memberikan bantuan benih. Adapun benih yang diberikan meliputi padi inbrida 100 ton, jagung hibrida 30 ton dan padi gogo sebanyak 125 ton.
“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan panen yang dihasilkan dapat maksimal,” katanya.
Salah seorang agen pupuk bersubsidi di Kalurahan Giripanggung, Kapanewon Tepus, Heri Purwanto mengatakan, pengambilan pupuk harus menggunakan kartu tani. Adapun pengecer oleh bank yang ditunjung diberikan mesin EDC untuk transaksi pupuk tersebut. “Sudah mulai digunakan,” katanya.
BACA JUGA : Jatah Pupuk Bersubsidi untuk Gunungkidul Kembali Berkurang
Menurut dia, di awal-awal penggunaan sempat ada masalah berkaitan dengan penggunaan mesin EDC atau keberadaan kuota untuk masing-masing petani, namun permasalah sudah dapat diatasi sehingga pengambilan sudah bisa dilakukan dengan baik. “Mudah-mudahan stok untuk pupuk subsidi terus tersedia sehingga tidak ada kelangkaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih perak Asian Games 2026 setelah kalah dari Qatar pada final voli pantai putra.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.