AS Kerahkan F-35 ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Memanas
Amerika Serikat mengerahkan jet tempur F-35 dan F-16 ke Timur Tengah di tengah memanasnya ketegangan dengan Iran dan ancaman terhadap Selat Hormuz.
\nLokasi bekas tanah longsor di Dusun Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Rabu (11/3/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara\n
Harianjogja.com, JOGJA - Masyarakat diimbau untuk mewaspadai ancaman fenomena La Nina, yang bisa memicu terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor. Sementara itu, Pemerintah harus menyiapkan warganya dalam menghadapi musim penghujan.
“Fenomena alam ini dapat menaikkan curah hujan antara 20 sampai 40 persen yang bisa memunculkan banjir dan tanah longsor,” kata Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Reni Kraningtyas di Kompleks Pemkab Kulonprogo, Senin (19/10/2020), dikutip dari Okezone.com-jaringan Harianjogja.com.
Dampak La Nina, kata Reni, telah berpengaruh terhadap musim penghujan di DIY. Kebetulan Kulonprogo paling awal dibanding kabupaten lain di DIY. Di mana musim penghujan telah terjadi pada Oktober di sisi utara. Sedangkan di wilayah Gunungkidul, diperkirakan baru akan terjadi pada awal November.
Baca Juga: Jumlah Pendaftar Calon Anggota KPPS Penuhi Target
Dalam kondisi normal, curah hujan sekitar 300 sampai 400 milimeter per bulan. Fenomena La Nina menjadikan peningkatan curah hujan meningkat antara 20 sampai 40 persen.
“Untuk mengantisipasi bencana, pemangku kepentingan harus memperhatikan kelaikan saluran drainase dan memangkas ranting pohon,” katanya.
Kepala BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto mengatakan, Pemkab Kulonprogo harus meneruskan informasi potensi bencana ini kepada masyarakat. BMKG akan terus memberikan informasi terkini, secara cepat, akurat dan mudah dipahami.
“Di Kulonprogo koordinasinya sudah bagus, setiap informasi diteruskan ke camat dan terus ke bawah,” katanya.
Baca Juga: Komunitas Sepakat Jaga Malioboro dari Tindakan Anarkis
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo, Ariadi mengaku telah mengantisipasi ancaman musim penghujan. Selama ini kawasan perbukitan menjadi langganan tanah longsor, sedangkan di sisi selatan banjir.
“Kami sudah pasang alat deteksi dini longsor, untuk mencegah jatuhnya korban jiwa,” katanya.
Berita ini sudah tayang di Okecone dengan judul "Ancaman La Nina, BMKG: Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Amerika Serikat mengerahkan jet tempur F-35 dan F-16 ke Timur Tengah di tengah memanasnya ketegangan dengan Iran dan ancaman terhadap Selat Hormuz.
BPBD Sleman merampungkan SK Darurat Kekeringan dan menyiapkan distribusi 50 tangki air bersih untuk mengantisipasi krisis air pada musim kemarau.
Sebanyak 22 PCNU di Jawa Tengah meminta Gus Yusuf maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Gus Yusuf menyatakan siap jika mendapat amanah.
Kylian Mbappe kecewa gagal menghadiahkan kemenangan untuk Didier Deschamps. Meski kalah dari Inggris, ia memecahkan sejumlah rekor di Piala Dunia 2026.
Seorang peserta Festival Memet Ikan di Klaten meninggal dunia saat mengikuti acara. Polisi menduga korban mengalami serangan jantung setelah kelelahan.
Petani di Sragen meninggal usai diduga terkena peluru nyasar senapan angin saat bekerja di sawah. Polisi menetapkan tetangga korban sebagai tersangka.