BMKG Jogja Minta Masyarakat Kulonprogo Waspada Dampak La Nina

nLokasi bekas tanah longsor di Dusun Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Rabu (11/3/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara\\n
20 Oktober 2020 08:57 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA -  Masyarakat diimbau untuk mewaspadai ancaman fenomena La Nina, yang bisa memicu terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor. Sementara itu, Pemerintah harus menyiapkan warganya dalam menghadapi musim penghujan.

“Fenomena alam ini dapat menaikkan curah hujan antara 20 sampai 40 persen yang bisa memunculkan banjir dan tanah longsor,” kata Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Reni Kraningtyas di Kompleks Pemkab Kulonprogo, Senin (19/10/2020), dikutip dari Okezone.com-jaringan Harianjogja.com.

Dampak La Nina, kata Reni, telah berpengaruh terhadap musim penghujan di DIY. Kebetulan Kulonprogo paling awal dibanding kabupaten lain di DIY. Di mana musim penghujan telah terjadi pada Oktober di sisi utara. Sedangkan di wilayah Gunungkidul, diperkirakan baru akan terjadi pada awal November.

Baca Juga: Jumlah Pendaftar Calon Anggota KPPS Penuhi Target

Dalam kondisi normal, curah hujan sekitar 300 sampai 400 milimeter per bulan. Fenomena La Nina menjadikan peningkatan curah hujan meningkat antara 20 sampai 40 persen.

“Untuk mengantisipasi bencana, pemangku kepentingan harus memperhatikan kelaikan saluran drainase dan memangkas ranting pohon,” katanya.

Kepala BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto mengatakan, Pemkab Kulonprogo harus meneruskan informasi potensi bencana ini kepada masyarakat. BMKG akan terus memberikan informasi terkini, secara cepat, akurat dan mudah dipahami.

“Di Kulonprogo koordinasinya sudah bagus, setiap informasi diteruskan ke camat dan terus ke bawah,” katanya.

Baca Juga: Komunitas Sepakat Jaga Malioboro dari Tindakan Anarkis

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo, Ariadi mengaku telah mengantisipasi ancaman musim penghujan. Selama ini kawasan perbukitan menjadi langganan tanah longsor, sedangkan di sisi selatan banjir.

“Kami sudah pasang alat deteksi dini longsor, untuk mencegah jatuhnya korban jiwa,” katanya.

Berita ini sudah tayang di Okecone dengan judul "Ancaman La Nina, BMKG: Waspada Banjir, Longsor dan Angin Kencang". 

Sumber : Okezone