Alat Pendeteksi Covid-19 Lewat Napas Bikinan UGM Diuji di 9 Rumah Sakit

GeNose diuji coba di RSUP Dr. Sardjito pada Senin (26/10/2020) untuk tahapan uji diagnostik. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
26 Oktober 2020 16:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Alat deteksi Covid-19 lewat embusan napas, GeNose, yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM), memasuki tahapan uji diagnostik di sembilan rumah sakit (RS) di Indonesia.

RSUP Dr. Sardjito menjadi lokasi uji diagnostik perdana pada Senin (26/10/2020). Delapan RS lainnya yang akan menyusul berlokasi di dalam DIY dan luar DIY. Rumah sakit di DIY antara lain RSPAU Hardjolukito, RS Bhayangkara Polda DIY, Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, RSA UGM, dan RST Soetarto. Adapun rumah sakit di luar DIY meliputi RST Dr. Soedjono di Magelang, RSUD Syaiful Anwar di Malang, dan RS Bhayangkara Jakarta.

BACA JUGA: 5 Mahasiswa UPN Jogja Kembangkan Aplikasi Ojol Cegah Kekerasan Seksual

Peneliti GeNose, Dian Kesumapramudya Nurputra, menargetkan 1.500 sampel subjek yang diuji. Pada setiap subjek, akan diambil dua kali sampel napas. "Kami targetkan dalam tiga pekan selesai uji diagnostik dari sembilan RS yang ada," kata Dian di RSUP Dr. Sardjito pada Senin.

GeNose yang dikembangkan UGM ini bisa mengetahui apakah seseorang  terinfeksi Covid-19 atau tidak dalam waktu kurang dari dua menit. Mekanismenya, seseorang mengembuskan napas ke dalam kantong khusus yang nantinya akan dideteksi sensor.

Senyawa yang diendus dari alat ini adalah volatile organic compound atau senyawa organik yang mudah menguap dalam embusan napas seseorang. Senyawa itulah yang akan dideteksi oleh sensor dan diolah dalam sebuah citra menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).

BACA JUGA: BPPTKG: Erupsi Merapi Semakin Dekat, Ikuti Alur Erupsi 2006

Sebelum diuji diagnostik, GeNose telah melalui uji profiling di RS Bhayangkara Polda DIY dan RSLKC di Bambanglipuro  Bantul. Hasilnya, tingkat akurasi mesin alat ini mencapai 95%. Kendati demikian, untuk mendapatkan akurasi medis, baru bisa didapatkan setelah uji diagnostik dilakukan pada sembilan RS yang bekerjasama dalam riset ini.

Dalam uji diagnostik ini, pasien yang diuji embusan napasnya menggunakan GeNose juga akan dilakukan tes swab nasofaring dan orofaringnya. Sehingga, dapat dibandingkan hasil tesnya untuk menentukan uji diagnostik ini.

BACA JUGA: Epidemiolog: Jangan Terbuai Ilusi Vaksin

Ketua Tim Peneliti, Kuwat Triyana, menuturkan alat ini ditargetkan bisa diproduksi pada akhir November sebanyak 200 unit. "Mudah-mudahan akhir November sudah bisa menghasilkan produk GeNose 120-200 unit," ujar Kuwat.

Harga setiap tesnya akan dikonsultasikan dengan berbagai pihak. Ia berharap tarif tesnya bisa semurah mungkin.

Rektor UGM, Panut Mulyono, berharap alat ini dapat memutus penyebaran virus Covid-19 dengan cepat. Sebab, jika pemeriksaan bisa dilakukan dengan cepat dan langsung keluar hasil tesnya, keputusan tindakan isolasi bisa turut lebih cepat.

"Kami berharap semua pihak dapat mendukung pengembangan inovasi produk GeNose ini, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk indikasi dan percepatan penangganan pandemi Covid-19,” kata dia.