KABAR KAMPUS: Masjid & Rest Area Dibangun di Kawasan Menuju YIA

Gambar perencanaan Masjid Ontowiryo. - @Youtube.
29 Oktober 2020 21:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah akademisi dari Magister Arsitektur Universitas Islam Indonesia (UII) dan Ikatan Arsitek Indonesie (IAI) menginisiasi pembangunan Masjid dan Rest Area yang berada di Jalan Daendels, Ngombol, Purworejo. Masjid yang berada di jalur Kawasan menuju Yogyakarta International Airport itu nantinya dilengkapi dengan energi surya.

Dosen Fakultas Teknik Sipil Perencanaan UII Suparwoko mengatakan masjid yang dibangun tersebut diberinama Masjid Ontowiryo yang dibangun sejak 2018 silam. Saat ini perkembangan pembangunannya sudah mencapai 44%. Pihaknya melibatkan berbagai akademisi, arsitek hingga pengusaha konstruksi dalam melakukan pembangunan Masjid dan rest area tersebut.

BACA JUGA : Diterjang Corona, Proyek Kawasan Penopang YIA Terpaksa

“Seluruh gedung Masjid Ontowiryo ini dibangun dengan perkiraaN kebutuhan anggaran sekitar Rp3,6 miliar, kami sudah mendpatkan dana masuk Rp2,9 miliar. Dari jumlah itu sudah dipakai untuk membeli tanah Rp876 juta, membangun konstruksi sekitar Rp1,5 miliar. Perkembangan pembangunan sudah 44 persen,” katanya dalam program amal Arc Music & Talk Show: Time Inception Charity For Worship yang dipantau Harianjogja melalui akun Youtube Departement of Architecture, UII.

Ia menambahkan keberadaan Masjid itu untuk menyambut kehadiran YIA yang berada di wilayah DIY. Harapannya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat terutama pengguna jalan sebagai tempat ibadah sekaligus rest area. Karena Masjid ini nantinya dilengkapi dengan rest area. Pihaknya melibatkan warga setempat dalam membangun rest area.

“Ke depan diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi bagi warga. Mungkin berbagai hasil produksi warga dari pertanian atau kerajinan nantinya bisa dijual di rest area ini,” katanya.

BACA JUGA : Ini Sejumlah Hotel yang Dibangun di Sekitar YIA

Ia mengatakan Masjid tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dengan teknologi modern dan ramah lingkungan. Salah satunya dipasang panel surya di atap Masjid, yang bisa menghasilkan energi surya untuk bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian masyarakat sekitar Masjid. Selain itu cahaya dan udara juga didesaian menggunakan faktor alam, sehingga caha dan angin bisa masuk ke Masjid sehingga tidak lembab.

“Masjid juga bisa diakses kalangan difabel, karena dilengkapi ramp untuk jalur kuris roda dengan kemiringan tujuh derajat di bangun di sisi timur,” kata pria yang juga Ketua Yayasan Masjid Kita.