Tak Ajukan Bantuan Usaha Mikro, Beberapa Warga Bantul Kaget Peroleh Rp2,4 Juta

Warga antre untuk mencairkan Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) di Bantul, Senin (26/10/2020). - Harian Jogja/Jumali
29 Oktober 2020 11:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah menyalurkan Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) di masa pandemi Covid-19 sebesar Rp2,4 juta. Beberapa warga yang tak mendaftar pun ujug-ujug bantuan rela antre sejak pagi agar bisa memperoleh BPUM. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Jumali.

“Ini loh pak, diisi sebelah sini. Jangan sampai keliru. Ndak nanti bayar lagi fotokopiannya,” kata Maryani, 25, sambil menunjukkan sejumlah kolom pada beberapa lembar kertas fotokopi yang dipegang oleh Tohirin.

BACA JUGA: Anda Pelaku UMKM dan Ingin Mendapat Bantuan 2,4 Juta? Begini Caranya...

Dengan cekatan, Tohirin, mengisi beberapa form pada lembar yang ada di tangan kanannya. Sesekali, Tohirin melirik ke arah Maryani untuk memastikan lembar demi lembar form di tangannya terisi dengan benar. “Saya ke sini diantar anak saya. Dia taksuruh mengantar, karena saya enggak dhong dengan pencairan bantuan ini,” ujar Tohirin.

Tohirin adalah penjual angkringan di Bangunjiwo, Bantul. Sebelum mendatangi Kantor BRI Unit Kasihan, pada Senin (26/10/2020) pagi sekitar pukul 06.30 WIB, dia sempat mendapatkan SMS blast dari bank pelat merah tersebut. “NSBH Yth. Anda terdaftar sebagai penerima Banpres Produktif (BPUM). Untuk verifikasi dan pencairan silakan menghubungi Kantor BRI terdekat dengan membawa e-KTP,” demikian isi SMS yang diterima oleh Tohirin.

Karena penasaran dengan SMS tersebut, Tohirin pun sempat menanyakan masalah ini kepada salah satu pembeli di angkringannya. Tohirin mendapat mendapatkan bantuan bantuan BPUM. Oleh pembeli tersebut, Tohirin juga dibantu untuk mengecek nomor KTP elektronik pada e-form laman bank tersebut.

“Katanya benar. Saya minta anak saya cek lagi, ternyata benar. Lalu saya cek ke sini,” ujarnya.

BACA JUGA: Tiga Remaja Pelaku Klitih di Gunungkidul Diringkus Polisi

BPUM adalah bantuan untuk membantu UMKM yang terdampak Covid-19. Nilai bantuan Rp2,4 juta diberikan secara tunai dan hanya satu kali. Adapun syarat calon penerima bantuan antara lain memiliki usaha dan sudah berizin serta memiliki rekening di bawah Rp2 juta.

Sebelum mendapatkan pencairan Rp2,4 juta melalui program BUPM, Tohirin harus rela berjubel bersama dengan ratusan orang yang mengantre di tempat tersebut sejak pukul 06.30 WIB. Padahal, BRI Unit Kasihan baru mulai beroperasi pada pukul 08.00 WIB.

Saat nomor antreannya disebut, Tohirin pun langsung diarahkan oleh petugas untuk menuju sebuah kios fotokopi. Di kios yang ada di seberang Kantor BRI tersebut, Tohirin harus membayar Rp2.000 untuk mendapatkan form yang harus diisi.

“Setelah ini formulir ini dikumpulkan ke sana [Bank BRI]. Nanti dipanggil,” kata Tohirin sambil menunjukkan jari ke arah petugas yang sedang melayani antrean pengambilan BUPM.

BACA JUGA: Pasien Positif Covid-19 di Jogja yang Meninggal Dunia Tembus 90 Orang

Tohirin sejatinya tidak pernah mengajukan permohnan atau mendaftar untuk mendapatkan bantuan. Namun, datanya dan usaha yang ditekuni terdaftar di kecamatan. Data yang ada di kecamatan itu masuk ke di Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKMP) Bantul yang diverifikasi oleh bank penyalur dana bantuan BPUM.

“Senanglah, rasanya. Karena dapat bantuan. Lumayan, buat nambah-nambah modal jualan,” ucap Tohirin.

Lain Tohirin, lain pula yang dialami oleh Nur Kasan, warga Tirtonirmolo, Bantul. Pria tukang bangunan ini mengaku kaget karena mendapatkan bantuan BPUM. Padahal, dirinya tidak memiliki usaha dan tidak pernah mengajukan. “Makanya saya bingung. Ini bidang usaha tadi harus saya isi apa, akhirnya saya isi bangunan. Dan ternyata bisa cair,” kata Nur.

Nur mengaku senang karena menerima bantuan BPUM. Rencananya, uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan setiap hari. “Apalagi kan, ada anak yang masih sekolah. Butuh pulsa, karena pembelajarannya online,” ujarnya.

Kepala Dinas KUKMP Bantul Agus Sulistiyana mengatakan dari total 52.000  usaha mikro kecil menengah (UMKM) calon penerima BPUM, baru ada 29.049 UMKM yang mendapatkan pencairan melalui Bank BRI. Dari jumlah tersebut beberapa belum bisa mencairkan karena belum lengkap syaratnya. “Pencairan dilakukan langsung oleh UMKM melalui bank. Jadi kami tidak terlibat,” ujarnya.