13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Harga menginap di Jogja pada long weekend akhir Oktober ini melambung. Bahkan ada hotel yang menaikkan harganya hinga 15 kali lipat atau 1.500%.
Pengalaman susahnya mencari hotel pada long weekend dialami oleh Purwoko, 48, yang datang ke Jogja karena ingin menghadiri hajatan saudaranya. Sebenarnya, dia sudah lama booking hotel sekitar tiga pekan lalu karena memprediksi Jogja bakal dipadati wisatawan karena ada libur panjang.
“Saya pesan melalui traveloka. Seingat saya, saya check in pada Kamis. Tapi, ternyata saya pesannya baru mulai Jumat. Sehingga saya belum bisa masuk, sementara hotel juga sudah penuh,” ujar Purwoko, Jumat (30/10/2020).
Dia kemudian berusaha mencari hotel lainnya. Namun, banyak hotel bintang dua hingga bintang lima yang sudah penuh. Kalaupun ada, harganya sudah tidak wajar.
Baca Juga: Banyak Wisatawan di Pantai Bantul Copot Masker, Bilang Anginnya Kenceng!
“Ada hotel di Jalan Solo yang biasanya jual Rp500.000 hingga Rp600.000, semalam saya cek harganya Rp8 juta lebih. Sudah naik lebih dari 1.500 persen. Hotel lain juga sudah penuh,” ungkap Purwoko.
Dia tak habis pikir ada hotel yang menaikkan harga hingga lebih dari 1.000 persen. “Kalau naiknya lima kali lipat dari harga normal sih masih lumrah. Mungkin ini kesempatan bagi hotel untuk mendapatkan keuntungan besar setelah kemarin sempat lesu,” kata dia.
Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia [PHRI] DIY, Deddy Pranawa Eryana menegaskan tak ada alasan bagi hotel menaikkan tarif sewa secara drastis, meskipun bertepatan dengan masa libur panjang. Sebab, hal itu tak hanya memberatkan konsumen, tapi juga merusak citra hotel serta destinasi wisata itu sendiri.
“Apapun alasannya bila menaikkan sampai tidak wajar adalah ‘Aji Mumpung’ dan itu sangat tidak baik bagi citra hotelnya dan juga destinasinya,” terang Deddy, sapaannya kepada Harian Jogja, Sabtu (31/10/2020).
Baca Juga: Bantul Diterjang Hujan dan Angin Kencang, 7 Rumah Rusak
Deddy melanjutkan, PHRI DIY belum menerima laporan menyangkut ulah pengelola hotel yang mengerek harga setinggi langit. Deddy juga belum mendapat informasi terkait lokasi hotel tersebut, begitu pula dengan status keanggotannya di PHRI DIY. Ia meminta kepada pengelola hotel agar senantiasa memberikan pelayanan terbaik. Tak lupa, pengelola hotel juga wajib menjaga protokol kesehatannya dengan ketat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Daftar lengkap 32 tim yang lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah Austria dan Aljazair memastikan tiket terakhir.
Sleman mulai Pelatkab 2026 dengan 1.399 atlet menuju Porda DIY 2027, target juara umum lima kali berturut-turut.
Tiket Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026 tembus Rp105 juta akibat sistem dynamic pricing FIFA.
Sony akan menghapus 551 film dari PlayStation Store mulai 1 September 2026 karena lisensi StudioCanal berakhir.
Aljazair vs Austria 3-3 di Piala Dunia 2026 membuat Iran tersingkir meski laga penuh drama enam gol.