Libur Panjang, Ribuan Orang Langgar Protokol Covid-19

Jalur pedestrian di Jalan Malioboro, Kamis (22/10/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
04 November 2020 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pasca libur panjang yang terjadi pada akhir Oktober lalu, satgas Covid-19 Kota Jogja mencatat terdapat sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan yang berkunjung ke Malioboro. Pelanggaran masih didominasi terkait dengan penggunaan masker yang belum dilaksanakan oleh wisatawan.

Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan pelanggaran yang tercatat dan telah dihimpun oleh data Satpol PP Kota Jogja di Malioboro selama lima hari ada 1.311 orang melakukan pelanggaran protokol Covid-19.

"Sebagian atau 30 persen pelanggaran terjadi di hari Sabtu (31/11/2020), yang memang menjadi hari dimana banyak pengunjung selama libur panjang di akhir bulan Oktober," ujar Heroe Poerwadi, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Santri NU-Umat Paroki Perkokoh Persaudaraan

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 kota Jogja, pelanggaran paling banyak tidak memakai masker atau tidak menggunakan masker dengan benar. Serta, tidak melakukan jaga jarak.

"Pelanggaran sebagian besar dilakukan oleh wisatawan. Kita selama liburan kemarin memang lebih menekankan pada peringatan dan imbauan. Tidak dengan diterapkannya sanksi sosial atau denda," terangnya.

Adapun, selama libur panjang jumlah orang yang mengunjungi Malioboro adalah sekitar 20.000 dari Rabu (28/10/2020) sampai hari Minggu (1/11/2020). "Dengan puncak kunjungan di hari Sabtu yang mencapai 5.374," tegas Heroe.

Satgas Covid-19 kota Jogja sebelumnya juga tidak melakukan tes Covid-19 secara acak kepada wisatawan. Sejak awal, Heroe menyatakan jika setiap wisatawan yang masuk ke Jogja diminta untuk membawa surat bebas Covid-19.

"Kita tidak melakukan random test kepada wisatawan. Mengapa? karena kita sejak awal meminta para wisatawan meyakinkan dirinya bahwa ketika berlibur itu sehat, dan bawa surat-surat yang diperlukan ketika masuk di Jogja," ungkap Heroe.

Baca juga: Covid-19 Pukul Telak Pondok Pesantren

Surat bebas Covid-19 tersebut bisa berupa hasil rapid test atau swab test atau lainnya, terutama ketika menginap di hotel. Sebab, surat bebas Covid-19 pasti akan menjadi hal yang akan ditanya oleh pengelola hotel kepada tamu.

"Jadi, dengan di Borobudur atau tempat lainnya, ada yang reaktif [yang belum tentu juga positif] sudah cukup memberikan warning bahwa yang paling penting adalah protokol Covid-19 dimana pun, kapanpun dan dengan siapapun, apalagi di masa liburan," terang Heroe.