Advertisement

Merapi Siaga, Awan Panas Belum Muncul

Hafit Yudi Suprobo
Senin, 09 November 2020 - 21:17 WIB
Galih Eko Kurniawan
Merapi Siaga, Awan Panas Belum Muncul Kelompok rentan mulai dievakuasi ke barak Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Sabtu (7/11/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Gunung Merapi yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Tengah dan DIY beberapa kali terpantau bergemuruh mengeluarkan guguran. Bahkan, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi yang dirilis BPPTKG pada periode Minggu (8/11), guguran mencapai 3.000 meter ke arah barat.

Kepala BPPTKG Hanik Humaidi mengatakan guguran yang terjadi pada siang sekitar pukul 12.50 WIB Minggu (8/11) kemarin merupakan fenomena yang biasa terjadi di Gunung Merapi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Merapi Erupsi di Tengah Pandemi, Sultan Sampaikan 6 Pesan

“Guguran tidak disertai dengan kejadian awan panas. Untuk potensi bahaya saat ini masih sesuai rekomendasi, yaitu guguran lava, lontaran material vulkanik dari erupsi eksplosif, dan awan panas sejauh maksimal lima kilometer dari puncak Merapi," ujar Hanik Humaidi, Senin (9/11/2020).

Hanik menegaskan fenomena guguran yang terjadi di Gunung Merapi merupakan hal yang biasa terjadi. Apalagi, status Merapi yang mengalami kenaikan dari Waspada menjadi Siaga. Pada Minggu (8/11), terjadi dua kali guguran di Gunung Merapi yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunungapi Merapi (PGM) Babadan. Dua kali guguran tersebut mengarah ke barat laut dan barat daya.

BACA JUGA: Bosan Belajar di Rumah, Siswa SMP Bobol Website Polda DIY

Berdasarkan data di PGM Babadan tepatnya di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, guguran terjadi pada pukul 08.32 WIB, sejauh 750 meter dari puncak. Sedangkan, untuk guguran yang kedua terjadi pada pukul 12.50 WIB, sejauh tiga kilometer pada Minggu (8/11) lalu.

BPPTKG juga menyatakan penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Penahanan Ferdy Sambo dkk Diperpanjang 30 Hari

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 17:57 WIB

Advertisement

alt

Wah...Kini Ada Wisata Pasar Kuliner Minggu Pagi di Pakuningratan Jogja

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement