Mahfud MD Yakin Partisipasi Masyarakat pada Pilkada Serentak Tinggi Meski di Tengah Pandemi

Menko Polhukam, Mahfud MD dan Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, rapat Koordinasi mensuskseskan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Resto Segara Giri, Gunungkidul, Sabtu (07/11/2020). - Ist/Dok Humas Pemda DIY
11 November 2020 00:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Partisipasi rakyat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) selama kurun lima tahun terakhir di Indonesia menunjukkan peningkatan yang baik. Angka partisipasi rakyat dalam pilkada di Indonesia tahun 2015 sebesar 69,2% dan pada tahun 2018 mencapai 73,24%.

Pada Pilkada 2020 ini, kondisinya sedikit berbeda lantaran Indonesia masih dalam masa pandemi covid-19. Menyikapi kekawatiran turunnya pastisipasi rakyat, Menko Polhukam, Mahfud MD, memastikan pemerintah bersama KPU telah siapkan berbagai penyesuaian.

“Menko Polhukam, Pemerintah Derah bersama Forkopimda harus aktif dan kooperatif untuk membantu kepala daerah disiplin dalam menegakkan Protokol Kesehatan selama tahapan Pilkada," ujarnya dalam rapat Koordinasi mensuskseskan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Resto Segara Giri, Gunungkidul, Sabtu (7/11/2020).

Baca juga: PILKADA BANTUL: Persiapan Matang Dilakukan Dua Paslon Jelang Debat Publik Ketiga

Di tingkat nasional kata dia, perbaikan regulasi dimulai dari undang-undang maupun Perpu yang dievaluasi agar dapat menjamin keamanan masyarakat sehingga partisipasi masyarakat dalam Pilkada terus tumbuh dan meningkat.

Menurutnya, saat ini belum diketahui kapan pandemi dinyatakan selesai. Bahkan Organisasi Dunia WHO pun belum bisa memprediksi. "Kalau kita menunda Pilkada maka pemerintah harus mengangkat 270 PLT kepala daerah, padahal PLT Kepala Daerah tidak boleh mengambil kebijakan strategis termasuk penggunaan dan perencanaan anggaran pembangunan di daerah,” ungkapnya.

Baca juga: Ketersediaan Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di Gunungkidul Masih Mencukupi

Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X, mengatakan berdasarkan pertimbangan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Pilkada DIY akan tetap digelar pada 9 Desember mendatang. “Dalam situasi sulit ini, KPU sebagai penyelenggara Pilkada harus mampu menavigasikan tahapan Pilkada dengan Protokol Kesehatan dan mitigasi risiko untuk mengurangi kekhawatiran publik akan penularan virus Covid-19,” katanya.

Di samping itu, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga diri sehingga dapat mampu berpartisipasi dalam pilkada. “Marilah kita bersama melangkah dengan tegar, penuh percaya diri didalam menghadapi tantangan dan menjawab segala permasalan tentang wabah Corona. Insya Allah kita akan mewujudkan hari esok yang lebih baik,” ungkapnya.