Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 5 Juli 2026, Tarif Rp12.000
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 5 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000
Kawasan wisata Candi Prambanan. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Tempat wisata dinilai perlu untuk menerapkan standarisasi berbagai jenis layanan guna meningkatkan kepuasan pengunjung. Melalui itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan dan memberikan dampak pada nilai ekonomi.
Direktur Keuangan, SDM & Investasi PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), Palwoto mengatakan standarisasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjamin keselamatan pengunjung di tengah pandemi Covid-19. Penerapan itu bisa meningkatkan pendapatkan dan aktivitas ekonomia lainnya dengan tetap menjamin kenyamanan pengunjung.
BACA JUGA : Relawan Beri Edukasi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata
“Standarisasi yang dimiliki perusahaan menjadi jaminan kualitas bagi konsumen yang akan menggunakan barang atau jasa yang kita sediakan dan kami sudah menerapkan itu mengingatkan Kawasan TWC menjadi destinasi pariwisata super prioritas. Sekarang tantangannya adalah membentuk budaya bahwa standardisasi adalah penting,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (13/11/2020).
Di TWC sendiri standardisasi yang telah dimiliki antara lain SNI ISO 9001:2015 tentang Mutu; SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). Hal itu telah diterapkan di e-ticketing, Enterprise Resource Planning (ERP), Penilaian GCG, Penilaian Kinerja Unggul (KPKU), tingkat kematangan Risiko, tingkat kematangan IT dan sejumlah parameter lain.
Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad mengatakan pihaknya melakukan pembinaan untuk penerapan SNI berkaitan dengan pemulihan ekonomi nasional, salah satunya bidang pariwisata seperti halnya TWC. Pihaknya mendorong agar pengelolaan pariwisata menerapkan prinsip kesinambungan dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
BACA JUGA : Pantau Protokol Kesehatan, Personel Dinpar Gunungkidul
“Artinya masyarakat bisa menikmati, namun mereka yang berkunjung juga merasa aman dan nyaman, apalagi Jogja menjadi tujuan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.
Selain itu, profesionalitas pengelola kawasan di bawah naungan PT. TWC, juga mutlak diperlukan. Pihaknya mendorong adanya kebijakan manajemen TWC untuk juga meningkatkan profesionalisme SDM agar pelayanannya sesuai SNI bidang pariwisata. “Selain itu tetap harus menerapkan protokol kesehatan ketat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 5 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.995 per dolar AS. Pasar menanti data cadangan devisa dan mencermati sentimen global serta Fitch Ratings.
Agrinas Palma Nusantara membuka lebih dari 20.000 lowongan kerja hingga Agustus 2026 untuk mendukung pengelolaan kebun sawit sitaan negara.
Nadiem Makarim melalui tim kuasa hukumnya melaporkan empat hakim PN Tipikor Jakarta Pusat ke Komisi Yudisial terkait dugaan pelanggaran etik.
Kalijawi membuktikan tabungan Rp2.000 per hari mampu mendorong renovasi rumah, memperkuat ekonomi warga, dan menata kampung di Jogja.
CLASSY Modifest 2026 di Yogyakarta menampilkan karya modifikasi kreator lokal, meningkatnya peserta perempuan, dan kolaborasi seni.