Gebyar Budaya Lintas Suku Digelar Virtual

Para penari Tari Yosfan Papua saat merekam gerakan untuk ditampilkan dalam "Gebyar Seni Budaya Lintas Suku se-Kota Jogja", Senin (16/11/2020). - Ist/FKP.
25 November 2020 16:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Jogja kembali menggelar “Gebyar Seni Budaya Lintas Suku se-Kota Jogja”. Berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar secara langsung, kegiatan seni budaya tahun ini digelar secara virtual atau daring karena pandemi Covid-19.

Novita Dewi selaku Sekretaris FPK Kota Jogja menyampaikan kegiatan ini merupakan pagelaran kedua setelah diadakan pada November 2019. Kegiatan yang disiarkan secara streaming ini dibagi menjadi dua penampilan, live dan recording.

"Untuk semua penampil harus menggunakan face shield untuk mencegah penularan Covid-19. Bagi yg akan tampil tidak boleh bergerombol, diatur ketat jamnya,” tutur Novita kepada Harian Jogja, Rabu (25/11/2020).

BACA JUGA : Festival Musik Tembi 2020 Bermigrasi dalam Bentuk Virtual

Acara yang sudah terselenggara pada 16 November 2020 lalu itu dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan mars FPK yang dinyanyikan oleh paduan suara virtual dari gabungan mahasiswa nusantara yang sedang studi di Jogja. Ada pula tarian Bhinneka, tarian Pasambahan dari Sumatera Barat, tarian Balean Dadas dari Kalimantan tengah, senam Taichi (secara recording), tari pergaulan dari Sulawasi Selatan, tarian Yosfan dari Papua (secara recording) dan ditutup oleh tarian Jaran Sembodho dari DIY.

Novita menyampaikan Kota Jogja dianggap sebagai miniatur Indonesia. Kota ini menarik para muda datang menuntut ilmu,. Mereka datang dari berbagai tempat di Indonesia yang berasal dari bermacam suku, budaya dan bahasa.

BACA JUGA : Pertunjukan Budaya di Jogja Akan Mulai Digelar Kembali

Kendati demikian, keberadaan para pendatang tidak membuat kota yang terkenal akan keramahan warganya ini kehilangan jati dirinya. Masyarakat Jogja baik tua maupun muda tetap berusaha menjaga tradisi. Antara pendatang dan penduduk Kota Jogja juga tercipta rasa hormat dan menghargai.

“Begitu indah dan berwarnanya etnis serta budaya di Indonesia di Kota Jogja ini. Hal itulah yang membuat FPK menggelar kegiatan budaya ini,” jelas Novita.

“Dengan kegiatan ini diharapkan bisa semakin menumbuhkan kecintaan dan rasa bangga masyarakat, tidak hanya pada seni budaya tradisional Indonesia tetapi juga rasa kebangsaan sebagai satu kesatuan Bangsa Indonesia,” kata Ketua Panitia Pelaksana Acara, P. Wahyu Susanto.

BACA JUGA : Disbud Sleman Manfaatkan Live Streaming untuk Atraksi

Acara yang mengangkat tema “Memperkokoh Persatuan Kesatuan Bangsa Menuju Indonesia Maju”  tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. Dalam acara itu, ia mengapresiasi FPK yang telah merancang acara dalam usaha menumbuhkembangkan kecintaan terhadap budaya dan suku di Indonesia.

FPK sendiri dibentuk berdasarkan keputusan Wali Kota Jogja No.61/2020 dengan tujuan untuk menjaga kerukunan suku bangsa dan mengantisipasi perpecahan dari luar.