Dispar Bantul Tambah Personel untuk Awasi Penerapan Prokes di Tempat Wisata

Foto ilustrasi: Wisatawan bermain dan berenang di Pantai Parangtritis, Bantul. - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Desember 2020 13:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menambah jumlah petugas yang ditempatkan di objek wisata pada libur Natal dan Tahun Baru 2021. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan pengunjung dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di objek wisata.

Jika sebelumnya, Dispar hanya memaksimalkan puluhan petugas, maka pada libur kali ini ada 124 petugas yang dimaksimalkan di sejumlah objek wisata.

Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, pemaksimalan petugas akan dilakukan mulai 24 hingga 27 Desember mendatang. Selain itu, mereka juga akan dimaksimalkan pada 31 Desember atau saat pergantian tahun.

BACA JUGA : Meski Bantul Zona Merah Covid-19, Objek Wisata Tetap Dibuka

Adapun untuk perincian petugas yang diturunkan pada 24 hingga 27 Desember, Kwintarto mengungkapkan, di TPR induk Parangtritis ada 30 personel, 22 personel di Pantai Depok, 10 personel di Pantai Baru, 8 personel di Pantai Goa Cemara, 8 personel di Pantai Kwaru, 10 personel di Pantai Pandansimo, 6 personel di Goa Selarong dan 6 personel di Goa Cerme.

Sedangkan untuk 28 hingga 30 Desember, Dispar melakukan pengurangan personel yang bertugas. Di mana, ada 8 personel diturunkan di TPR Parangtritis, 4 personel di Pantai Depok, 2 personel di Pantai Samas, 2 personel di Goa Cemara, 2 personel di Pantai Kwaru, dan 2 personel lainnya di Pantai Pandansimo.

“Untuk tanggal 31 Desember, kami lakukan penambahan petugas. Ada 38 personel di TPR Induk Parangtritis, 27 personel di Pantai Depok, 15 personel di Pantai Samas, 15 personel di Pantai Goa Cemara, 13 personel di Pantai Kwaru, Pantai Pandansimo ada 13 personel, Goa Selarong ada 2 personel dan Goa Cerme ada dua personel,” kata Kwintarto, Jumat (18/12/2020).

BACA JUGA : Libur Natal dan Tahun Baru, Wisatawan di Bantul

Terkait dengan antisipasi penumpukan antrean di loket wisata, Kwintarto menambahkan, pihaknya meminta kepada calon wisatawan mencari informasi destinasi favorit melalui jelajah bantul.

“Kami harapkan mereka melakukan reservasi online terlebih dahulu melalui aplikasi visiting jogja,” papar Kwintarto.

Menurut Kwintarto, untuk menghindari kerumunan, Dispar Bantul telah sudah mempersiapkan pentas virtual yang bisa disaksikan melalui channel youtube Dispar Bantul. Adapun pentas virtual tersebut di antaranya profil digital desa wisata dan festival desa wisata.

“Serta pentas malam tahun baru,” tandas Kwintarto.

Sementara sebanyak 140 personel gabungan dari Polres, Kodim dan Satpol PP Bantul dipastikan diturunkan selama pelaksnaan libur  Natal, pemilihan kepala desa (pilkades) serentak dan tahun baru 2021. Mereka akan bertugas memantau penerapan protokol kesehatan dan tidak segan membubarkan kerumunan.

Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta, menyatakan tidak hanya membubarkan kerumunan, pihaknya juga melakukan antisipasi terkait dengan kemungkinan adanya perayaan tahun baru di beberapa titik.

BACA JUGA : Dijaga Ketat, Objek Wisata Bantul Tutup untuk Umum

Meski dari Pemda DIY telah melarang adanya perayaan tahun baru, namun bisa saja, ada sebagian warga nekat merayakan pergantian tahun. Adapun beberapa titik yang mungkin tetap digunakan sebagai lokasi perayaan pergantian tahun tersebut di antaranya, Paseban, Taman Gabusan, dan Jalur Jalan Lingkar Selatan.

“Nanti kami akan turun dan memastikan penerapan protokol kesehatan di sana. Jika ada kerumunan akan kami bubarkan,” kata Yulius.