Truk Paket Terbakar di Tol Semarang-Solo
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA — Jelang musim libur Natal dan Tahun Baru [Nataru], Pemerintah Pusat memakai hasil tes cepat antigen sebagai syarat wajib bagi pelaku perjalanan. Tes tersebut dipandang lebih ampuh mendeteksi keberadaan virus pada tubuh seseorang dibandingkan tes cepat antibodi.
Kendati demikian, belum semua unit perjalanan mengikuti kebijakan tersebut. PT Kereta Api Indonesia [KAI] Daerah Operasional [Daop] 6 Yogyakarta, contohnya. Sebagai penyedia moda transportasi, KAI Daop 6 Yogyakarta masih mengacu pada Surat Edaran [SE] Kementerian Perhubungan Nomor 14 Tahun 2020 tentang pedoman dan petunjuk teknis pengendalian transportasi perkeretaapian pada masa pandemi Covid - 19.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto mengatakan, dikeluarkannya kebijakan tes cepat antigen dari Pemerintah Pusat tak memengaruhi animo calon penumpang. Jelang musim libur Nataru, tingkat reservasi tiket justru meningkat. Ketika ditanya ihwal pembatalan keberangkatan karena kebijakan itu pun, kata dia belum ada.
Baca juga: Tes Covid-19 Berubah-Ubah, Masyarakat dan Sektor Perhotelan Dirugikan
“Pada saat tertentu, seperti akhir pekan mulai tanggal 19 sampai 31 Desember sudah mulai ramai,” ujarnya kepada Harian Jogja, Sabtu (19/12/2020).
Berdasarkan SE tadi, calon penumpang kereta api jarak jauh hanya perlu menyertakan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test Antibodi) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan). Atau, bisa juga dengan surat keterangan bebas gejala influenze yang diterbitkan oleh rumah sakit maupun Puskesmas.
Walaupun tak berpatok pada regulasi anyar, Supriyanto mengklaim bahwa pelayanan KAI akan tetap mengacu pada ketentuan kesehatan yang berlaku. Jarak antar tempat duduk penumpang di atur agar tidak timbul kerumunan. Tiket yang dijual pun juga hanya 70% saja dari total kapasitas.
Lanjut Supriyanto, petugas frontliner yang punya potensi berkontak tatap muka dengan penumpang dilengkapi dengan alat perlindungan diri [APD] yang cukup memadai, seperti masker, sarung tangan dan pelindung wajah.
“KAI mengimbau kepada pelanggan kereta api mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan Pemerintah, agar penyebaran virus covid-19 dapat dicegah," kata Supriyanto.
Baca juga: DIY Tambah 216 Kasus Positif Covid-19, Terbanyak dari Sleman
Sebelum berangkat, penumpang harus memastikan tubuhnya dalam kondisi sehat. Tanda-tandanya adalah tidak mengidap penyakit yang berkaitan dengan gejala positif Covid - 19 (flu, batuk dan demam). Suhu tubuh juga diharuskan tak lebih dari 37,3 derajat celcius.
Selama perjalanan, lanjut Supriyanto, penumpang diwajibkan memakai pelindung wajah dan dianjurkan mengenakan pakaian lengan panjang. Petugas akan memeriksa suhu tubuh penumpang setiap tiga jam sekali
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Truk paket tujuan NTT terbakar di Tol Semarang-Solo. Muatan hangus, diduga akibat as roda patah.
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Toyota meluncurkan New Hilux generasi ke-9 dengan mesin 201 hp, desain Cyber Sumo, fitur modern, dan varian Battery EV seharga Rp1,019 miliar.
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo menerima ancaman pembunuhan setelah tim gagal lolos fase gugur Piala Dunia 2026 dan memutuskan mundur dari jabatannya.
Kenali 5 tanda tanah bermasalah sebelum membeli, mulai dari sertifikat tidak jelas hingga sengketa lahan agar terhindar dari kerugian besar.
Berikut 10 jurusan kuliah dengan prospek kerja menjanjikan di era AI, mulai dari sains data, IT, AI hingga keperawatan dan bisnis.