Kasus Covid-19 Diprediksi Melonjak Pasca Liburan, Pemda DIY Siapkan 3 Strategi

Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
28 Desember 2020 10:27 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Merespon semakin banyaknya penambahan kasus positif harian dan prediksi melonjaknya kasus pasca libur akhir tahun, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun, mengatakan pihaknya siapkan tiga strategi, yakni penambahan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, obat, alat kesehatan dan APD; perkuat isolasi mandiri; dan upaya promotive preventif.

Pada poin pertama, beberapa hal yang dilakukan yakni penambahan tempat tidur Covid-19 baik ICU/kritikal dan Isolasi/non kritikal; Penambahan jumlah ventilator dan HFNC di beberapa rumah sakit meliputi RSUP Sardjito, RSUD Yogyakarta, RSUD Nyi Ageng Serang, RSUD Wonosari, RSUD Panembahan Senopati, RSUD Pratama.

Kemudian penambahan tenaga dengan rekrutmen relawan perawat kesehatan; Menyiapkan ketersediaan obat, alat kesehatan dan APD dengan memprediksi ketersediaan sampai bulan Maret 2021 terpenuhi.

Baca juga: Libur Natal, Pantai Glagah Sepi Kunjungan

Sementara itu, RSUP Dr. Sardjito juga mendukung upaya ini dengan sejumlah langkah, meliputi eskalasi ruang covid-19 dari 56 tempat tidur yang saat ini ada, menjadi 74 tempat tidur. Delapan tempat tidur didedikasikan untuk penambahan ruang isolasi Critical Care, dan 10 tempat tidur untuk penambahan di ruang non kritical.

RSUP Dr. Sardjito juga akan koordinasi dengan Dinkes DIY dan Rumah Sakit lain dalam implementasi pedoman revisi 5 penanganan Ccvid-19. Rumah Sakit dalam hal ini akan melakukan perawatan untuk kasus sedang dan berat sementara kasus tanpa gejala atau ringan diupayakan isolasi mandiri atau ke shelter.

“Tenaga kesehatan disiapkan pengaturan jam kerja dengan mekanisme 4 shift, tambahan asupan gizi, maupun persiapan rumah singgah. Obat dan alat kesehatan disiapkan dengan memprediksi ketersediaan sampai bulan april 2021 terpenuhi. Termasuk kesiapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan yang melayani pasien,” ujarnya.

Baca juga: Operator Mesin Penggiling Batu Tersetrum

Kemudian pada poin kedua, Pemda DIY mendorong Gugus Tugas kabupaten-kota untuk menambah kapasitas tempat isolasi; Mendorong masyarakat dan berbagai mitra memfasilitasi isolasi mandiri keluarga;

Pihaknya juga mendorong perguruan tinggi dan pesantren menyiapkan shelter isolasi mandiri bagi mahasiswa atau santri; mendorong hotel/penginapan ikut memfasilitasi penanganan isolasi mandiri tamu serta menyiapkan shelter isolasi mandiri bagi warga non DIY.

Pada poin promotive preventif, Pemda DIY melakukan peningkatkan upaya komunikasi melalui Forsos berbagai elemen masyarakat, organisasi sosial, dan lembaga pemerintah; Penyediaan Hotline Gugus Tugas, Jejaring Hotline dan Call Center; Peningkatan penggunaan media sosial/IT untuk media informasi

Kemudian meningkatkan kemitraan penyediaan media informasi dengan berbagai pihak; Peningkatan upaya pendampingan protokol kesehatan ke berbagai aspek/sektor; serta Pemberdayaan masyarakat dalam membantu proses tracing dan isolasi mandiri.

Selain sejumlah upaya tersebut, Pembajun mengutarakan jika Dinkes DIY juga terus memperkuat upaya tracing dan testing. Upaya testing di DIY kata dia, telah jauh melampaui standar WHO yakni 1:1000 per minggu.

“Kami juga selalu melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan instansi/organisasi lintas sektor, baik di pusat maupun daerah, pihak swasta, tokoh masyarakat, dan media. Kerja sama ini dilakukan tidak hanya pada upaya 3T [tracing, testing, treatment], tetapi juga dalam penegakkan disiplin penerapan protokol kesehatan," katanya.

Dengan memperhatikan situasi kasus saat ini dan mendatang, serta kondisi di fasilitas pelayanan kesehatan, Pembajun mengajak peran serta masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan covid-19.

"Kami imbau kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai sabun. Khusus pada masa liburan natal dan tahun baru saat ini, sebaiknya tetap di rumah saja dan tidak bepergian ke luar kota atau tempat-tempat umum jika tidak mendesak," tegasnya.