Peranakan Domba Bermata Satu Bikin Geger Purwomartani

Anak Domba bermata satu milik Mbah Trisno Sudarmo, 75, warga padukuhan Karangmojo, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, di kandang kambing miliknya yang berada di Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (30/12/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
30 Desember 2020 20:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Anak domba milik Mbah Trisno Sudarmo, 75, warga padukuhan Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, menarik perhatian khalayak. Pasalnya, anak domba tersebut hanya memiliki satu mata.

Trisno Sudarmo sang empunya anak domba bermata satu tersebut mengatakan jika ia anak dombanya yang berjenis kelamin betina tersebut lahir pada Rabu (30/12/2020) pukul 02.00 wib dinihari. Kelahiran anak domba sendiri pertama kali disaksikan oleh anaknya yang bernama Rabiman, 35, warga Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

BACA JUGA : Dongkrak Populasi, Bantul Gencarkan Inseminasi Buatan

"Anak dombanya itu lahir pada Rabu (30/12) pukul 02.00 wib dinihari. Ada dua anak kambing yang lahir. Satu jam normal dan satunya ya punya mata hanya satu. Matanya itu satu pas di tengah-tengah muka," ujar Trisno saat diwawancarai di rumah pribadinya di Karangmojo, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Rabu (30/12/2020).

Kejadian anak domba bermata satu sendiri baru pertama kali dialami oleh Trisno Sudarmo. Sebelumnya, tidak pernah terjadi kelahiran anak domba yang hanya mempunyai satu mata. Trisno sendiri mempunyai empat domba dewasa dan satu anak domba yang masih bertahan

"Baru pertama kali ini terjadi [anak domba bermata satu]. Kelainan tidak hanya terjadi di bagian matanya. Akan tetapi, kelainan juga terjadi di bagian mulut. Mulutnya itu agak naik ke atas. Lidahnya juga bengkok," sambung Trisno.

BACA JUGA : Viral Video Pencopotan Baliho Habib Rizieq, FPI: Upaya Adu

Pasca lahir anak domba bermata satu miliknya, Trisno langsung merasakan ada yang aneh dari anak domba tersebut. Nafsu minum susu tidak dimiliki oleh anak domba bermata satu. Akhirnya, Trisno Sudarmo mencoba untuk membantu untuk memberikan susu kepada anak domba bermata satu miliknya tersebut.

"Kasian sejak lahir itu tidak mau minum susu, akhirnya ya saya bantu untuk memberikan susu. Biasanya kan mau minum susu dari domba dewasa. Tapi ini ndak mau," ungkap Trisno.

Imbas dari tidak mampu menerima susu baik dari induknya maupun susu yang diberikan oleh Trisno, alhasil anak domba bermata satu tersebut tidak bisa bertahan. Anak domba hanya bertahan hidup kurang dari tujuh jam semenjak kelahirannya. Ajal menjemput sang anak domba bermata satu pada Rabu (30/12) sekitar pukul 08.30 wib pagi.

BACA JUGA : Masyarakat Balirejo Terpecah Soal Pembangunan Apartemen

"Soalnya kan lemas ya tidak bisa minum susu dari mboknya [induk domba]. Saya carikan susu akhirnya. Tapi ya apa daya tidak, tetap tidak mau minum, akhirnya meninggal pada Rabu [30/12] sekitar pukul 08.30 wib pagi," katanya.