Eks RS Padmasuri Siap Tampung Pasien Bergejala Ringan dan Sedang di Bantul

Ilustrasi - Freepik
12 Januari 2021 15:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mengebut persiapan eks Rumah Sakit (RS) Veteran Padmasuri sebagai selter untuk pasien Covid-19.

Rencananya, bekas rumah sakit yang berada di Jl Ali Maksum, Krapyak, Panggungharjo, Sewon ini digunakan untuk menampung pasien Covid-19 bergejala ringan dan sedang pada akhir pekan ini.

BACA JUGA: Seorang Bapak di Kulonprogo Laporkan Anak Kandungnya ke Polisi, Ini Sebabnya

“Sesuai timeline untuk tahap pertama, akhir pekan ini diharapkan sudah bisa digunakan,” kata Lurah Panggungharjo, Sewon, Wahyudi Anggoro Hadi, Selasa (12/1/2021).

Wahyudi menyatakan bangunan yang sempat digunakan sebagai tempat isolasi para santri saat muncul klaster pondok pesantren di wilayah tersebut akan menampung 60 pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang.

Pemkab Bantul juga menyediakan paramedis dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya.

“Semua sudah dipersiapkan. Tidak hanya paramedis, tapi fasilitas yang lainnya. Bahkan Pemkab sudah siap memfasilitasi semuanya selama tiga bulan ke depan,” kata Wahyudi.

Wahyudi mengungkapkan pada pertengahan Februari mendatang jumlah tempat tidur di selter di eks RS Patmasuri ditingkatkan dari 60 menjadi 100 tempat tidur.

“Ini akan jadi kerja kolaboratif antara kami dengan Pemkab Bantul, perguruan tinggi, dan komunitas Sonjo [Sukarelawan Sambatan Jogja],” ucap Wahyudi.

BACA JUGA: Kontras Ungkap Asal Usul Senjata Api yang Diduga Dimiliki Laskar FPI

Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa berharap keberadaan selter di eks RS Patmasuri mampu mengatasi persoalan ketersediaan tempat tidur untuk pasien bergejala ringan dan sedang. Menurut Oki, panggilan akrab Sri Wahyu Joko Santosa, saat ini kapasitas tempat tidur di tujuh rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 baik bergejala ringan, sedang dan berat, sudah penuh.

Rumah sakit itu meliputi Rumah Sakit Khusus Lapangan (RSKL) yang berkapasitas 50 tempat tidur, RS PKU Muhammadiyah dengan 15 tempat tidur, RS Panembahan Senopati yang memiliki 18 tempat tidur, RS Radjolukito dengan 40 tempat tidur, serta RS Elisabeth Ganjuran, RS Nur Hidayah, dan RS Rajawali dengan mesing-masing empat tempat tidur.

“Semuanya sudah penuh. Sekarang yang bergejala berat dan sedang masuk dalam antrean. Mereka di ruang interval, yakni IGD yang dimodifikasi untuk ruang sementara dan tidak bercampur dengan pasien lain,” kata Oki.