Ruang Isolasi 2 RS Rujukan Covid-19 di Kulonprogo Penuh, Bed Akan Ditambah

Ilustrasi. - Freepik
20 Januari 2021 11:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Jumlah bed untuk pasien Covid-19 di dua rumah sakit rujukan di Kulonprogo yaitu RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang (NAS) Sentolo, akan ditambah.

Langkah penambahan itu merupakan tindak lanjut dari permintaan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang menginginkan seluruh RS rujukan bisa memperbanyak bed menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19 di DIY sehingga menyebabkan kapasitas ruang isolasi penuh.

BACA JUGA : Dinkes Kota Jogja Membantah RS Rujukan Covid-19 Penuh

"Kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 di dua RS Rujukan sedang dalam proses penambahan, karena kita lihat di mana-mana juga penuh, bahkan satu DIY mengalami hal serupa. Namun kemarin kita sudah ditimbali gubernur DIY pada Minggu. Ada upaya untuk penambahan di semua rumah sakit, jadi diharapkan semua RS menambah kapasitasnya," kata Kepala Dinkes Kulonprogo, Sri Budi Utami kepada wartawan Rabu (20/1/2021).

Sri menjelaskan penambahan bed di RSUD Wates direncanakan sebanyak 19 unit. Sebelumnya kapasitas bed yang ada di rumah sakit tersebut sebanyak 30 unit. Sehingga total bed nantinya ada 49, yang mana enam di antaranya akan difungsikan sebagai ICU bagi penderita Covid-19 yang mengalami kondisi kritis.

"Untuk ICU dilengkapi peralatan medis penunjang perawatan pasien termasuk di antaranya ventilator," terang Sri. 

BACA JUGA : Soal RS Rujukan Covid-19 di Jogja Penuh, Begini Jawaban

Sementara di RS NAS, yang sekarang ada 10 bed, akan ditambah sebanyak enam unit, sehingga totalnya ada 16 bed. Namun, penambahan di NAS tidak bisa dilakukan cepat karena pihak rumah sakit harus terlebih dulu menyiapkan SDM pengelola.

"Karena selain prasarana tentunya harus ada SDM yang bertugas di sana, sehingga sekarang masih dalam tahap proses penyiapan itu," kata Sri.

Sri mengatakan selain RS rujukan, penyediaan bed untuk penanganan pasien Covid-19 juga akan dilakukan RS swasta. Tercatat sudah ada tiga RS yang mengajukan hal itu ke Dinkes, yakni RS Rizki Amalia, Temon sebanyak empat bed; RS Kharisma, Wates 1 bed dan RS PKU Muhammadiyah Nanggulan 10 bed.

Di samping itu, sejumlah Puskesmas juga direncanakan bisa menangani pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang, di antaranya Puskesmas Panjatan 2 dan Puskesmas Kalibawang. "Paling tidak di dua puskesmas itu masing-masing bisa ada lima bed," terangnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan kapasitas ruang isolasi bagi pasien Covid-19 di RS rujukan sedang penuh. Hal ini menurutnya jadi indikator bahwa banyak pasien tidak tertangani. Menyiasati hal itu memang perlu ada penambahan kapasitas atau membuat rumah sakit darurat.

BACA JUGA : Alarm Darurat Layanan Kesehatan! RS Covid-19 di Jogja

"Dari awal kami sudah memberi masukan kepada Dinkes terkait penambahan ruang isolasi. Namun hal ini bisa berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan di sana, karena pasti ketersediaan ruangan jadi berkurang, sehingga ada alternatif membuat rumah sakit darurat," ujarnya. Namun demikian, lanjut Fajar pembuatan rumah sakit darurat itu baru sebatas wacana.