Kampung-Kampung di Jogja Bergerak Membangun Selter untuk Pasien Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
29 Januari 2021 18:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Wilayah di Kota Jogja mulai menyiapkan selter-selter isolasi mandiri yang diperuntukkan bagi pasien tanpa gejala Covid-19. Macam-macam bangunan pun diberdayakan, mulai dari balai RW sampai bekas hotel pun dialihfungsikan jadi selter.

Mantri Pamong Praja Kotagede, Rajwan Taufiq menjelaskan di wilayah di Kotagede telah banyak disiapkan bangunan balai kampung dan balai Kalurahan untuk dijadikan selter. Kendati demikian, kebanyakan warga menurut Rajwan masih bisa melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. "Pada prinsipnya saat ini banyak yang isolasi mandiri di rumah masing-masing, karena sebagian warga Kotagede bisa isolasi mandiri di rumahnya masing-masing," terangnya pada Jumat (29/1/2021).

BACA JUGA: Ganti Rugi Tak Jelas, Petani Melon Kembali Datangi Pelaksana Proyek Pembangunan Rel Bandara YIA

Meski mayoritas warga masih bisa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, Rajwan menuturkan jika pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan satgas di tingkat RT dam RW maupun kampung serta Kalurahan untuk menyiapkan tempat isolasi mandiri. "Setiap kampung menyiapkan tempat-tempat fasilitas umum untuk persiapan apabila diperlukan tempat isolasi mandiri bagi masyarakat," jelasnya.

Adapun beberapa tempat yang saat ini telah disiapkan meliputi Balai Kampung di Gedongkuning dan Purbayan, kemudian di Prenggan ada Balai RW yang disiapkan. "Kapasitas kalau balai rata-rata bisa lima kamar dan semoga itu tidak digunakan. Harapannya semakun lama warga yang memerlukan tempat isolman berkurang artinya semakin banyak yang tidak terkena Covid-19," tuturnya.

Sementara itu di Kemantren Mergangsan, Mantri Pamong Praja Mergangsan, Rini Rahmawati menjelaskan jika Kalurahan Brontokusuman saat ini sudah membuat surat kepada salah satu bekas hotel di wilayahnya untuk dijadikan selter. "Dulu hotel, sekarang sudah enggak diipakai. Ini kami siapkan untuk selter tersebut. Walaupun saat ini sebenarnya warga masyarakat memang banyak isolasi mandiri, kalau tidak bisa isolasi mandiri karena susah, kerja sama dengan pengurus kampung. Ada yang menggunakan tempat-tempat homestay dari uruan oleh warga," jelasnya.

"Kami mengupayakan tempat-tempat yang tidak terpakai sekiranya untuk selter. Operasional Kemantren bekerja sama dengan Dinsos dan Dinkes, yang jelas positif kami bisa memintakan surat dari puskesmas kita kirimkan surat ke Dinsos agar bisa memberikan bantuan permakanan," tukasnya.

Sementara itu di Kemantren Umbulharjo, Mantri Pamong Praja Umbulharjo menyebutkan jika sejumlah selter telah siap digunakan namun banyak yang masih kosong. "Kita komunikasikan dengan kampung atau RW yang memiliki fasilitas umum untuk dipakai sebagai shelter lokal. Sampauosaat ini belum ada yang menempati, tapi selter sudah ada yang sudah siap digunakan di beberapa RW di Semaki," ujarnya.