Meraup Untung dari Hobi Merawat Anggrek

Narwati, saat merawat tanaman anggrek di Kebun Anggrek Jogja di Dusun Glugu, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Sabtu (6/2/2021). Harian Jogja - Ujang Hasanudin.
09 Februari 2021 12:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Hobi merawat tanaman bunga di tengah pandemi menjadi tren di masyarakat, termasuk bunga anggrek. Bahkan tanaman dengan nama latin Orchidaceae menjadi peluang bisnis di masa pandemi Covid-19 ini. Salah satunya yang dilakukan oleh Narwati, di Dusun Glugu, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Bantul. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Ujang Hasanudin.

Narwati tengah sibuk merawat tanam anggrek di Kebun Anggrek Jogja, saat Harianjogja.com menemuinya pada Sabtu (6/2/2021) siang. Sambil memegang gunting, dia buang daun anggrek yang sudah menguning, dan membuang bunga yang sudah terlihat layu. Sesekali dia melayani pengunjung yang bertanya-tanya soal perawatan anggrek maupun yang membelinya.

BACA JUGA : Jogja Bangun Green House untuk Warga yang Ingin

Sejak pandemi Covid-19 ibu berusia 44 tahun itu membuat green house atau Kebun Anggrek Jogja dengan luas sekitar 500 meter persegi yang berisi ribuan tanaman anggrek dengan berbagai jenis di samping toko mebel milik suaminya. Dia sudah 12 tahun sebenarnya mulai menggeluti tanaman anggrek di rumahnya yang masih di wilayah Panggungharjo.

Berbagai anggrek ia datangkan dari berbagai wilayah mulai dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, hingga anggrek lokalan di lereng Gunung Slamet Jawa Timur. Merawat anggrek baginya menjadi kepuasan tersendiri, “Anggrek ini bagaikan obat bagi saya selalu membawa ketenangan, apalagi sekarang lebih sering di rumah saya manfaatkan untuk merawat anggrek” ucap Narwati.

Saking banyaknya tanaman anggrek di rumahnya dan sudah tidak muat lagi di halaman rumah, dia mulai terpikir untuk membuat green house yang berisi tanaman anggrek di samping Kampung Mataraman. Tak dinyana Kebun Anggrek Jogja yang diberi nama Aisyah Hana itu banyak ditangani masyarakat untuk membelinya, bahkan para penghobi rela merogoh kocek ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk mendapatkan jenis anggrek yang diinginkan.

Narwati mengaku selama pandemi Covid-19, prospek dan permintaan anggrek dari masyarakat terus bertambah. Namun, dia tidak detail merinci berapa tanaman anggrek yang laku terjual setiap harinya. Sebab, berkebun dan merawat tanaman anggrek baginya adalah hobi.

“Soal mendatangkan uang bagi saya itu bonus. Saya tidak pernah menghitung omzet, saya mengalir saja,” ucap dia.

Ada banyak jenis anggrek yang dijual Narwati, mulai dari jenis hibrid, spesi, hingga keriting. Ada juga anggrek bulan, dendrobium, nindii, lasianthera, Lineale hingga anggrek besi. Semuanya tumbuh dan terawat dengan baik.

BACA JUGA : Waduh, Anggrek di Jalur Pedestrian Banyak yang Hilang 

Yang paling laku bagi pemula itu hibrid. Harga yang masih remaja atau yang masih kecil sekitar Rp45.000 hingga Rp95.000-145.000 untuk yang berbunga. Namun paling mahal adalah jenis spesi semakin rimbun dan makin kokoh tangkainya makin mahal.

“Spesi bisa sekitar Rp700.000 sampai Rp3 jutaan,” kata Narwati. Kemudian anggrek bulan antara Rp.120.000 yang warna putih sampai Rp195.000 yang sudah dalam pot.

Hampir setiap hari ada yang datang ke Kebun Anggrek Jogja tersebut baik laki-laki maupun perempuan. Ada yang langsung membeli, ada juga yang hanya konsultasi tentang tata cara merawat tanaman anggrek. Ada juga dari instansi yang meminta dipilihkan anggrek yang bagus untuk mengisi halaman kantor intansi pemerintahan.

Perawatan

Tidak terlalu sulit dalam merawat anggrek. Namun Narwati mengakui untuk awal-awal sempat kesulitan karena tanaman anggrek butuh perlakuan khusus, karena anggrek tidak suka terlalu banyak air dan tidak cocok juga dalam kondisi panas. “Terlalu sering disiram akar busuk, kekeringan juga tidak bisa terlalu banyak sinar matahari. Harus imbang,” kata dia.

BACA JUGA : Diberi Popok, Warna Anggrek Lebih Terang 

Namun demikian menurut ibu dari tiga anak ini hampir semua anggrek suka angin, sehingga meski disimpan di tempat yang teduh diusahakan ada angin masuk dan sedikit sinar matahari. Kemudian setelah anggrek berbunga bagi pemula biasanya mendiamkan begitu saja. Padahal kemungkinan anggrek bebunga lagi cukup besar asal perawatannya benar karena akan tibul tunas baru.

Menurutnya butuh kesabaran untuk merawat anggrek. “Biasanga orang menikmati bunga setelah berbunga selesai, kalau merawat bagus nanti tumbuh tunas baru bisa berharap bunga lagi, kadang muncul bunga lagi,” kata dia. Narwati berpesan tanaman anggrek diusahakan tidak langsung terkena sinar matahari dan tidak juga terlalu banyak air. Jika diletakkan di ruang terbuka diusahakan ada jaring untuk menahah air hujan dan sinar matahari.

Zilaikha, 35, salah satu pengunjung Kebun Anggrek Jogja mengaku mulai hobi anggrek sejak pandemi setelah melihat kakaknya yang merawat banyak anggrek. Dia mulai berburu anggrek berbagai jenis untuk mengisi halaman rumahnya di Kasongan, Bantul. “Suka aja dengan anggrek apalagi kalau sudah berbunga rasanya senang,” ucap Zulaikha.