Wawali: Kota Jogja Sudah Terbiasa dengan Konsep PTKM Mikro

Petugas Dishub gabungan dengan sejumlah instansi melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pribadi berpelat nomor luar DIY dan bus AKAP yang masuk ke wilayah DIY di Lumbungrejo Tempel Sleman, Sabtu (11/4/2020), dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19. / Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
10 Februari 2021 04:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Wakil Walikota Jogja Heroe Purwadi menyatakan konsep Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) Mikro, dengan menfokuskan pada peran masyarakat di tingkat kampung, telah terlaksana di Jogja sejak lama. Artinya masyarakat Jogja sudah terbiasa.

“Hanya saja ada perbedaan mungkin, sekarang pada posisi menekan kasus yang sudah tinggi,” kata Heroe saat ditemui di Rumah Sakit Panti Rapih.

Posko yang ada di kampung juga akan semakin diaktifkan lagi. Heroe menyatakan saat ini sedang membahas penanganan di tingkat Rukun Tetangga (RT) berdasarkan zona.

Baca juga: Belum Ditemukan RT Zona Merah di Sleman

Merujuk pada peraturan PTKM periode tiga yang berlangsung dari 9-22 Februari 2021, setiap RT akan mendapat predikat zona hijau sampai merah. Apabila ada RT yang masuk zona merah, kemungkinan akan dikarantina. “Hari ini kami keluarkan instruksinya,” kata Heroe.

Saat ini ada lima kelurahan di Kota Jogja yang masuk zona merah. Namun status zona merah kelurahan belum tentu selaras dengan zona di seluruh tingkat RT. Bisa jadi dalam satu kelurahan, hanya ada satu RT yang mendapatkan zona merah. Bahkan tidak menutup kemungkinan, tidak ada zona merah di tingkat RT walaupun kelurahan masuk zona merah.

Sebagai gambaran, merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021, zona hijau merupakan keadaan saat suatu RT tidak ada kasus positif. Zona kuning saat ada satu sampai lima keluarga dalam satu RT yang memiliki kasus positif Covid-19 dalam rentang tujuh hari.

Baca juga: Hajatan Pernikahan di Piyungan Dibubarkan Aparat

Untuk zona oranye, indikatornya yaitu terdapat enam sampai sepuluh rumah di suatu RT yang memiliki kasus positif Covid-19 dalam rentang tujuh hari. Sementara untuk zona merah, satu RT terdapat lebih dari sepuluh rumah yang memiliki kasus positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan dengan perhitungan model ini, pihak kelurahan bisa menghitung dan menentukan status zonanya sendiri. Hal ini juga bisa dipantau secara berkala dalam perubahan zonanya. “Nanti siang [kami akan] mengadakan koordinasi dengan wilayah untuk pelaksanaan, terutama untuk [PTKM] Mikro,” kata Emma pada Selasa (9/2/2021).