Selter Masih Kosong, Warga Ngaglik Pilih Isolasi Mandiri di Rumah

Ilustrasi. - Freepik
23 Februari 2021 18:37 WIB Hey Setiawan (ST18) Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Desa Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman merupakan salah satu desa yang sanggup menyediakan selter untuk pasien Covid- 19. Namun demikian, Kepala Desa Sardonoharjo Harjuno Wiwoho menilai penggunaan selter belum begitu efektif.

Kepada Harianjogja.com, Harjuno, sapaannya mengatakan sebagian warganya yang dinyatakan positif Covid-19 lebih memilih isolasi mandiri di rumah. Dengan catatan, pengawasan tetap dilakukan oleh Satuan Tugas Covid-19 tingkat pedukuhan.

"Secara psikologis mereka lebih merasa nyaman dirawat di rumah sendiri," kata Harjuno, Selasa (22/2/2021).

BACA JUGA: Kronologi Protes Pabrik Rokok Berujung Penahanan 4 Ibu dan 2 Bayi

Harjuno mengklaim, selter Desa Sardonoharjo belum terpakai sama sekali. Dia menyebut dalam beberapa waktu terakhir ada empat orang warganya yang positif Covid-19. Tiga orang di antaranya berhasil pulih dengan melakukan isolasi mandiri di rumah selama beberapa hari. Sementara sisanya masih berjuang mencapai kesembuhan.

Kendati belum terpakai, Harjuno menyatakan bahwa pemerintah desa tetap menyiagakan selter sebagai antisipasi terjadi lonjakan kasus dan keterbatasan kapasitas ruang perawatan di rumah sakit.

Harjuno menambahkan, mulanya Desa Sardonoharjo hendak menggunakan sebuah gedung sekolah menengah pertama (SMP) sebagai ruang isolasi. Pertimbangannya adalah gedungnya cukup luas dan sudah dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari kamar mandi hingga dapur. Hanya saja, rencana itu ditolak oleh pejabat sekolah dengan alasan masih ada kegiatan yang dilangsungkan di sana.

Akhirnya pilihan pun jatuh ke ruangan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang berlokasi di Dusun Pencarsari. Meski tidak seluas gedung sekolah, kapasitas ruangannya dinilai Harjuno sudah cukup memenuhi. Ruang isolasi itu mampu menampung dua hingga empat orang.