GKR Hemas Minta Pemkab Sleman Bantu Pemasaran Sentra Industri Anyaman Bambu Moyudan

Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengunjungi Sentra Industri Anyaman Bambu di Dusun Malangan, Kapanewon Moyudan, akhir pekan ini. - Istimewa
27 Februari 2021 16:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas berharap Pemkab Sleman membantu sentra kerajinan bambu di Moyudan, terutama dalam hal pemasaran.

Hemas mengunjungi Sentra Industri Anyaman Bambu di Dusun Malangan, Kapanewon Moyudan, untuk menyerap aspirasi masyarakat dan melihat langsung kondisi sentra kerajinan bambu tersebut. Kegiatan tersebut menjadi tugas dan kewajibannya sebagai anggota DPD RI.

Menurut Hemas, kondisi setahun terakhir sangat sulit bagi masyarakat. Penutupan operasional sejumlah destinasi wisata merupakan dampak dari turunnya jumlah wisatawan. "Itu juga terjadi di Bali. Kondisi itu berdampak juga kepada para pengrajin di DIY yang biasa mendistribusikan barangnya ke sana," katanya.

Ia sangat mengapresiasi Sentra Industri Anyaman Bambu Malangan karena masih bisa bertahan dan berproduksi di masa sulit seperti ini. Terlebih, menurutnya Sentra Industri Anyaman Bambu Malangan ini satu-satunya yang ada di DIY. "Bahkan kualitas kerajinan bambu Moyudan ini sudah kualitas ekspor," ujarnya.

Hemas juga berdialog dan mendengarkan keluh kesah para perajin. Permaisuri Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut juga meninjau langsung produksi anyamam bambu. Dari hasil dialog tersebut, Hemas meminta agar pemerintah daerah membantu dalam hal pemasaran.

Plh Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan Pemkab siap mendukung pengrajin bambu dalam memasarkan dan meningkatkan kualitas produknya. Saat ini, kata Harda, Pemkab Slemanmemiliki Showroom di Gedung Dekranasda Sleman yang dapat dimanfaatkan para pengrajin bambu untuk memajang dan memasarkan produknya disana.

"Kami selama ini berupaya mendukung pengembangan industri kerajinan bambu mulai dari hulu sampai hilir. Mulai dari aspek perencanaan, penganggaran sampai dengan pemberdayaannya," katanya.

Dari aspek perencanaan, kata Harda, program terkait pengembangan bambu masuk dalam RPJMD Kabupaten Sleman. Adapun anggaran pendukung berada diberbagai OPD.

Pemkab juga telah melakukan perumusan kebijakan pengembangan bambu, peningkatan ketersediaan bambu di Sleman melalui budidaya bambu. Selain itu, peningkatan pengolahan produk bambu melalui bimtek, peningkatan kapasitas kinerja, peningkatan promosi dan kemitraan melalui pameran offline dan online, penyusunan masterplan dan penguatan kelembagaan.