32 Tahun Sultan Jogja Bertakhta, Ini Kesan GKR Mangkubumi

Sri Sultan Hamengku Buwono X. - Harian Jogja/Desi SUryanto
08 Maret 2021 21:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Parwabudaya Kraton Ngayogyakarta GKR Mangkubumi mengungkapkan kesannya terhadap Sri Sultan HB X dalam acara Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X yang ke-32 tahun pada Minggu (7/3/2021).

GKR Mangkubumi mengatakan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak menyelenggarakan peringatan kenaikan takhta seperti tahun-tahun sebelumnya akibat adanya pandemi. "Kami tidak mengadakan seperti tahun sebelumnya. Kalau hajad dalem kan selalu ada, cuma tidak melakukan seperti tahun sebelumnya yang banyak orang, tidak seperti itu," kata putri sulung HB X ini.

Mangkubumi mengungkapkan sosok HB X sebagai Raja Kraton yang telah bertakhta selama 32 tahun hidupnya lebih banyak untuk mengabdi untuk masyarakat. Soal pengabdian ini pula yang selalu diajarkan HB X kepada putri-putrinya.

BACA JUGA: UGM Mundur dari Penelitian Vaksin Nusantara, Ini Penyebabnya

"Pengabdian kepada masyarakat itu yang menjadi bahwa hidupnya Ngarso Dalem itu mengabdi, ora dumeh. Itu pun disampaikan kepada anak-anaknya, kalau sudah selesai sekolah tugasmu ya mengabdi," ujarnya sembari menirukan pesan HB X.

Mangkubumi juga mengungkap HB X yang selalu berpesan kepadanya soal hidup mandiri. Tanggungjawab orangtua hanya sampai sekolah dan jika telah selesai maka harus bekerja sesuai keahlian.

"Beliau selalu berpesan sebagai anak perempuan itu tetap harus mandiri, tugas orangtua hanya sampai sekolah, kalau sudah selesai ya harus cari uang sesuai pedidikanmu, dapat uang dari bekerja.
Mungkin pandangan orang lain mengira kita enak, dikasih uang untuk bikin perusahaan, kita enggak seperti itu," katanya.

Serasehan Jumenengan Dalem HB X digelar secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Menghadirkan narasumber antara lain akademisi Profesor Edy Suandi Hamid, Sekber Keistiwaan DIY, Widihasto Wasana Putra dan Ketua Dewan Penasihat Kadin DIY Robby Kusumaharta. Ketiganya memaparkan berbagai pengalaman mereka hingga penilaian kontribusi Sri Sultan Hamengkubuwono X terhadap DIY, baik dari sisi pendidikan, ekonomi hingga keistimewaan DIY.