Data Tak Sinkron dengan Dapodik, Warga Sleman Berbondong-Bondong ke Dukcapil

Antrean warga untuk pelayanan Adminduk di Disdukcapil Sleman, Selasa (16/3/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
17 Maret 2021 03:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman dalam beberapa hari ini mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dipicu oleh banyaknya warga yang melakukan sinkroni data.

Kepala Disdukcapil Sleman Jazim Sumirat mengatakan kedatangan warga ke Kantor Dukcapil dalam beberapa hari terakhir cukup signifikan. Hal ini terjadi karena banyak warga mengajukan permasalahan data yang tidak sinkron antara data di dokumen kependudukan dengan Dapodik (Daftar Pokok Pendidikan).

"Banyak data dalam Dapodik yang tidak sinkron selain itu banyak permohonan diajukan untuk keperluan verifikasi dan validasi identitas NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) peserta didik," ujarnya, Selasa (16/3/2021).

Baca juga: Waduh...Banyak Lansia di Jogja Kesulitan Daftar Vaksinasi Covid-19

Kondisi tersebut, lanjut Jazim menimbulkan antrian dan kerumunan yang cukup panjang. Padahal kapasitas pelayanan Disdukcapil untuk layanan offline terbatas. "Kami hanya menyediakan 100 tempat duduk yang meliputi 70 kursi di luar gedung dan 30 kursi di dalam gedung," katanya.

Sekda Sleman Harda Kiswaya pun meminta agar Disdukcapil mengurangi kepadatan dan panjangnya antrean. Dia meminta agar Disdukcapil mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. "Beberapa pelayanan Adminduk dapat dilakukan di masing-masing kapanewon. Ini untuk mengurangi jumlah antrian," katanya.

Beberapa layanan adminduk yang dapat ditangani di kapanewon antara lain perubahan KK yang data kependudukannya sudah berada di SIAK dan dilengkapi dokumen pendukung (akta kelahiran/ ijazah). "Perlu juga dilakukan konsolidasi data kependudukan karena perubahan elemen data pada KK dan verifikasi data kependudukan di fisik KK sesuai database," katanya.