Banyak Desa Wisata di Bantul Belum Terima Kunjungan

Wisatawan berswafoto di Bukit Mojo, Gumelem, Mangunan, Bantul./ Ist. - FIKOMM UMBY
12 April 2021 07:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Tak sampai separuh desa wisata di Bantul yang masih menerima kunjungan pada tahun kedua pandemi ini. Kekhawatiran penyebaran Covid-19, membuat sejumlah desa memilih untuk tak menerima kunjungan selama pandemi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menerangkan dari total 43 desa wisata di Bantul, hanya 18 desa wisata yang masih aktif saat ini. Masing-masing desa wisata memiliki keputusan masing-masing untuk menerima kunjungan atau tidak selama pandemi. "Baru sekitar 18 desa wisata yang aktif," katanya Minggu (11/4/2021).

BACA JUGA : BOB Pastikan Tujuh Desa Wisata di DIY & Jateng Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Dijelaskan Kwintarto, sebenarnya beberapa desa wisata telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung prokes. Kendati demikian, keputusan menerima kunjungan tidaknya kembali kepada kesepakatan desa wisata masing-masing.

"Desa wisata sebenarnya sudah siap [secara prokes] sejak uji coba operasional terbatas. Kami sudah kampanyekan wisata yang bersih, sehat, dan aman," tegasnya.

Kwintarto berharap desa wisata di Bantul masih bisa bertahan di masa pandemi. Untuk mendukung itu sebelumnya Dinpar Bantul juga telah memberikan sarana dan prasarana pendukung seperti wastafel tempat cuci tangan. Namun keputusan pembukaan desa wisata kembali ke kebijakan desa masing-masing. 

BACA JUGA : Rintis Desa Wisata, Warga Pules Kidul Tanam 100 Pohon

"Kami juga memberikan bantuan wastafel untuk sejumlah desa wisata, tetapi kan ada juga yang masih khawatir [menerima kunjungan]," tandasnya.