Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Bupati Sunaryanta (pakai kaos hitam) saat menabur benih ikan di Sungai Klayar, Kalurahan Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul Senin (3/5/2021). /Ist
Harianjogja.com, NGLIPAR – Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul menaburkan benih ikan wader pari, nilem dan tawes di Sungai Klayar, Dusun Klayar, Kedungpoh, Nglipar, Gunungkidul Senin (3/5/2021). Selain untuk menjaga ekosistem, kegiatan ini juga menggalakan program gemar makan ikan di masyarakat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Krisna Berlian mengatakan, penaburan benih ikan dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul Sunaryanta. Total benih yang dilepasliarkan di Sungai Klayar sebanyak 20.000 ekor. Adapun ikan yang dipilih merupakan endemik lokal seperti tawes, nilem dan wader pari.
BACA JUGA : Peringati HUT Kulonprogo, PMI Tebar Ratusan Benih Ikan
Menurut dia, pemilihan ikan-ikan ini karena jumlahnya semakin sedikit sehingga harus dilestarikan. “Keberadannya terdesak oleh ikan invansif dari luar daerah yang masuk ke perairan sehingga jumlahnya terus berkurang. Oleh karenanya, upaya pelestarian ikan endemik lokal harus terus digalakkan,” katanya, Senin.
Krisna menambahkan, penaburan tidak hanya untuk menjaga kelestarian ikan-ikan lokal. Namun, sebagai jangka panjang juga untuk menyukseskan program gemar makan ikan di masyarakat. “Tidak sekarang mengkonsumsinya. Nanti kalau sudah besar dan berkembang bisa dimanfaatkan untuk tambahan konsumsi masyarakat sekitar,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Peternakan ini menambahkan, warga juga harus menjaga kelestarian di lingkungan sekitar sungai. Salah satunya tidak menangkap ikan dengan cara menyetrum atau mengobati sungai.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, penaburan ikan endemic lokal juga sebagai upaya pengembangan wisata di daerah Klayar yang memiliki potensi yang sangat baik. Salah satunya keberadaan sumber air yang membuat sungai Klayar tidak mengering sepanjang tahun. “Ini menjadi salah satu tempat yang sulit dicari. Sebab, airnya tidak pernah mengering,” katanya.
BACA JUGA : Berniat Konservasi, Petani Ikan di Cangkringan Ini Tebar Koi
Sunaryanta pun berharap destinasi wisata Klayar bisa menjadi pengungkit kebangkitan ekonomi masyarakat. “Klayar harus mengalami perkembangan sehingga ada kebangkitan ekonomi setelah pandemi Corona. Saya pun berkomitmen membantu dalam upaya pengembangan pariwisata di sini sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.