BOB Pastikan Pengembangan Borobudur Highland Libatkan Masyarakat Lokal

Direktur BOB Indah Juanita menyerah plakat kepada Asisten Perekonomian Setda DIY, Tri Saktiana dalam sosialisasi Borobudur Highland, Kamis (6/5/2021). - Ist - Dok BOB
24 Mei 2021 11:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Pengembangan kawasan Borobudur Highland oleh Badan Otorita Borobudur (BOB) yang rencananya bakal dilakukan pada 2022 mendatang perlu memikirkan soal aksesibilitas dan mobilitas alat berat. Serta, meyakinkan masyarakat tetap aman dalam beraktivitas.

Hal tersebut diakui oleh Direktur Utama BOB, Indah Juanita. Menurutnya, tantangan berat akan dihadapi oleh BOB mengingat pembangunan kawasan pariwisata terpadu bukan sesuatu yang mudah.

Indah menjelaskan berdasarkan pengalamannya, kegiatan pembangunan kawasan seperti Borobudur Highland bersifat jangka panjang, dan dalam setiap tahapannya keterlibatan masyarakat penting adanya.

BACA JUGA : Borobudur Highland di Kulonprogo Digadang-gadang Serap

"Kami akan melaksanakan rembug dengan masyarakat. Kami sebagai pihak pemerintah pusat berkoordinasi dengan Kalurahan atau Desa sebagai pemerintah terkecil yang memiliki tugas untuk mengayomi ribuan masyarakatnya. Di dalam kawasan kami, selain ada Off Road, ada juga yang mengambil Nira, pakan ternak, getah pinus dan kayu bakar," kata Indah Juanita pada Senin (24/5/2021).

Sejumlah atraksi wisata tersebut adalah kearifan lokal. Indah menilai jika aktivitas tersebut baik untuk edukasi. BOB memastikan sejumlah kegiatan itu akan dikelola menjadi sebuah atraksi wisata edukatif, sekaligus melestarikannya. Upaya ini akan dilakukan terus-menerus selama kawasan Borobudur Highland beroperasi puluhan tahun ke depan.

Belum lama ini, dalam rapat tingkat menteri di yang dilakukan di Hotel Manohara, Borobudur, dijelaskan bahwa aksesibilitas ke Borobudur Highland akan ditingkatkan oleh Kementerian PUPR melalui Kepres. Bahkan BOB akan mendapatkan status Badan Layanan Umum agar mendorong investasi dan serapan tenaga kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas lagi.

BACA JUGA : Master Plan Rampung, Borobudur Highland Digadang

“Proyek ini adalah upaya pemerintah pusat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekitar Magelang, Kulonprogo, dan Purworejo atau Gelang Projo. Pesan Pak Menteri jelas, pengembangan ini memperhatikan unsur Ekologi, Sosial dan Ekonomi berdasarkan pilar-pilar pembangunan berkelanjutan,” ucap Indah.

Direktur Destinasi BOB Agustin Peranginangin mengatakan sebagai upaya gerak bersama dengan sejumlah kementerian, BOB mengusulkan trayek DAMRI yang melalui Pasar Plono sejak tahun 2018 lalu agar mempermudah wisatawan menuju ke ke Desa Wisata Nglinggo untuk menikmati keindahan alam dan jajan kuliner di sana.

"Ruas jalan dari arah Purworejo juga telah masuk Perpres 79 tahun 2019, agar dipercepat pembangunannya. BOB sesuai arahan di dalam Perpres 46 tahun 2017 tentunya bekerja pada level makro bersama dengan Dewan Pengarah, dan berkoordinasi dengan tiga kabupaten selimut Zona Otorita,” kata Agustin Peranginangin.

Lebih lanjut, Direktur Keuangan, Umum dan Komunikasi Publik BOB, Sigit Widiyanto, mengatakan terkait dengan anggaran yabg diperlukan untuk pengembangan kawasan Borobudur Highland selalu dikomunikasikan dengan pemerintah pusat.

BACA JUGA : Investasi untuk Borobudur Highland di Kulonprogo Diklaim

"Anggaran untuk pengembangan juga selalu dikomunikasikan dengan pusat, sehingga komprehensif, mencakup pembangunan fisik dan SDM sehingga tidak ada pihak yang dirugikan oleh pembangunan Zona Otorita,” kata Sigit Widiyanto.