Musim Ubur-Ubur, Begini Kondisi Pantai di Kulonprogo

Personil Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Kulonprogo menunjukkan lokasi ubur-ubur api yang terdampar di Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Selasa (11/8/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
27 Mei 2021 13:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, TEMON--Fenomena Kemunculan ubur-ubur di pantai selatan di wilayah kabupaten Kulonprogo belum terjadi. Kemunculan ubur-ubur di pantai selatan biasanya terjadi saat bulan Juni, Juli, dan Agustus 2021.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko mengatakan kemunculan ubur-ubur di pantai selatan wilayah kabupaten Kulonprogo terjadi saat musim pancaroba.

"Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, belum ditemukan adanya tanda-tanda kemunculan ubur-ubur di pantai selatan Kulonprogo," kata Aris pada Kamis (27/5/2021).

BACA JUGA : Puluhan Pengunjung Parangtritis Tersengat Ubur-Ubur

Lebih lanjut, ubur-ubur yang sering dijumpai di pantai selatan yang ada di wilayah kabupaten Kulonprogo berjenis Physalia Physalis atau disebut ubur-ubur api. Ubur-ubur tersebut didominasi oleh warna biru.

"Kemunculan ubur-ubur di wilayah pantai selatan wilayah kabupaten Kulonprogo terjadi mulai Juni, Juli atau Agustus 2021. Ubur-ubur berpotensi melukai pengunjung pantai karena mampu menyengat. Dampaknya kulit akan terasa panas dan merah-merah," kata Aris.

Sebagai informasi, physalia physalis adalah sebuah hidrozoa laut yang ditemukan di samudra-samudra Atlantik, Hindia dan Pasifik. Spesies tersebut adalah salah satu dari dua spesies dalam genus Physalia, bersama dengan physalia utriculus. Physalia adalah satu-satunya genus dalam keluarga physaliidae.

Meskipun kemunculan ubur-ubur masih nihil ditemukan di pantai selatan wilayah kabupaten Kulonprogo, Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo sudah mempersiapkan prosedur dalam penanganan serangan ubur-ubur.

"Jika ada pengunjung pantai yang tersengat ubur-ubur, nanti kami akan siapkan cuka di bagian kulit yang tersengat. Itu untuk lukanya yang ringan ya. Kalau luka cukup berat nanti akan kami bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," kata Aris.

BACA JUGA : Ancaman Ubur-Ubur Tiba, Belasan Pengunjung Pantai

Sebelumnya, puluhan pengunjung di Pantai Parangtritis, Bantul tersengat ubur-ubur, Sabtu (22/5/2021) dan Minggu (23/5/2021). Sebagian besar korban merupakan anak kecil.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis, Ali Sutanto, mengatakan sengatan ubur-ubur terhadap wisatawan terjadi sejak Sabtu (22/5/2021)) hingga Minggu (23/5/2021). Pada Sabtu (22/5), ada sebanyak 15 orang tersengat ubur-ubur. Sedangkan Minggu (23/5) ada 35 pengunjung tersengat hewan ini.