Ketua PGRI DIY: Belajar Jarak Jauh Berdampak Degradasi Kompetensi Siwa

Ilustrasi. - Freepik
05 Juni 2021 07:47 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengaku pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak bisa efektif seperti pembelajaran tatap muka dalam penyampaian materi-materi pembelajaran seperti yang ditargetkan dalam kurikulum.

Banyak hal yang tadinya sudah dipersiapkan pembelajaran secara langsung kemudian disampaikan secara daring sehingga hasilnya berbeda. Menurut dia, banyak hambatan baik yang dialami guru maupun siswa . Salah satu bukti kurang efektifnya PJJ adala hasil tes Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) yang tidak sesuai harapan. Namun dia tidak menyebut angka perbandingannya.

“Jadi itu bisa kita lihat misalnya hasil ASPD yang kemarin dilaksanakan di tingkat SMP ternyata hasilnya tidak seperti yang diharapkan, itu salah satu bukti bahwa proses pembelajaran yang sekarang ada degradasi kompetensi anak-anak dibandingkan kalau ada tatap muka,” kata Baskara Aji, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: ISI Jogja Akan Gelar Perkuliahan Campuran

PGRI DIY meminta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Pemda DIY, dan pemerintah kabupaten kota bisa mengatur lebih lanjut target-target kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Kalau kita masih pakai standarisasi yang dulu, standar kelulusan yang dulu, penilaian yang dulu, maka kemudian ada masalah karena itu tidak tercapai. Engga ada yang salah karena memang kondisinya tidak memungkinkan untuk tatap muka,” ucap Baskara Aji,

Selain itu, PGRI DIY juga akan meningkatkan kemampuan guru untuk bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid-19 agar bisa mengajar secara daring dan lebih efektif. Dia berharap pemerintah kabupaten dan kota juga melakukan hal yang sama.

Lebih lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) ini mengatakan sejauh ini belum ada korelasi kondisi pandemi dengan angka putus sekolah. Saat ini meski siswa tidak berangkat ke sekolah namun tetap terdaftar di sekolah, “Enggak ada hubungannya [kondisi pandemi] dengan putus sekolah,” ucap Baskara Aji.