130 Pendaftar Masuk Penjaringan Pilihan Lurah di Sleman

Warga melintasi spanduk pendaftaran bakal calon lurah di Kalurahan Tirtoadi, Mlati beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
20 Juni 2021 17:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Proses pendaftaran bakal calon lurah dari 35 kalurahan selesai dilakukan. Total sebanyak 130 bakal lurah terjaring dalam tahapan ini.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Budiharjo mengatakan tahap pendaftaran pemilihan lurah (pilur) yang digelar 22 Agustus mendatang. Proses pendaftaran dilakukan mulai 7 Juni dan ditutup pada 17 Juni kemadrin.

"Dari 35 kalurahan, semua memenuhi jumlah calon minimal pendaftar sehingga tidak ada kalurahan yang memperpanjang pendaftaran," kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman ini, Minggu (20/6/2021).

Baca juga: Covid-19 Klaster Dinas Pariwisata Kulonprogo Meluas, Total 30 Orang Terkonfirmasi Positif

Dijelaskan Budi, pada tahap selanjutnya panitia Pilur di masing-masing kalurahan akan melakukan seleksi administrasi seluruh bakal calon lurah. Selain itu, proses verifikasi juga akan dilakukan sebelum penetapan bakal calon lurah dilakukan pada 2 Juli mendatang.

"Kami berharap panitia mencermati dan meneliti syarat-syarat administrasi masing-masing calon dengan baik. Termasuk menjalankan proses verifikasi para calon secara fair berdasarkan ketentuan yang berlaku," katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Aparatur DPMK Sleman Agung Endarto menjelaskan berdasarkan rekapitulasi pendaftaran bakal calon lurah di 35 kalurahan total pendaftar sebanyak 130 orang. Paling sedikit jumlah pedaftar 2 orang dan paling banyak 9 orang.

"Ini masih bakal calon lurah, nanti setelah dinilai lolos seleksi administrasi akan ditetapkan sebagai calon lurah pada 2 Juli nanti," katanya.

Baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di DIY Terus Menurun

Ke 35 kalurahan, masing-masing di Kapanewon Gamping Kalurahan Ambarketawang 3 orang pendaftar, Nogotirto (5 pendaftar) dan Trihanggo (8 pendaftar). Di Sidoarum, Godean (3 pendaftar) dan di Kapanewon Moyudan Sumbersari (4 pendaftar), Sumberarum (7 pendaftar) dan Sendangagung (4 pendaftar) .

Di Seyegan Margodadi (5 pendaftar) Margokaton (3 pendaftar) Margomulyo (8 pendaftar) dan Kapanewon Mlati, Sendangadi (9 pendaftar) Tirtoadi (3 pendaftar), Tlogoadi (5 pendaftar). Adapun di Kapanewon Depok, Maguwoharjo (3 pendaftar) dan Condongcatur (3 pendaftar).

Selanjutnya, Kapanewon Berbah Sendangtirto (4 pendaftar) dan Jogotirto (2 pendaftar). Kapanewon Prambanan Wukirharjo (3 pendaftar), Bokoharjo (2 pendaftar), Gayamharjo (3 pendaftar) dan Madurejo (2 pendaftar). Untuk Kapanewon Kalasan, Selomartani (3 pendaftar).

Di Kapanewon Ngemplak, Bimomartani (2 pendaftar), Kapanewon Ngaglik baik Sariharjo, Donoharjo, maupun Sardonoharjo masing-masing 3 pendaftar. Kapanewon Sleman Tridadi (4 pendaftar) dan Trimulyo (4 pendaftar).

Untuk Kapanewon Tempel, Bayurejo (3 pendaftar), Margorejo (4 pendaftar), Lumbungrejo (2 pendaftar). Kapanewon Turi, Bangunkerto (3 pendaftar), Wonokerto (3 pendaftar). Kapanewon Pakem Candibinangun (2 pendaftar) dan Kapanewon Cangkringan di Umbulharjo (4 pendaftar).

Agung menjelaskan dari 130 orang bakal calon yang mendaftar, tidak semua kalurahan diisi oleh incumbent. Dia merinci terdapat sekitar 6 kalurahan di mana incumbent tidak mendaftar. Di antaranya Kalurahan Tridadi, Lumbungrejo, Margorejo dan Wonokerto.

"Kami tidak tahu alasannya (tidak mendaftar lagi), yang jelas tahun ini mereka masih bisa mendaftar sebagai calon," katanya.

Seperti tahun lalu, pelaksanaan Pilurah tahun ini digelar serentak secara E-Voting. Lokasinya berada di 17 Kapanewon, 35 Kalurahan, 470 Padukuhan. Dari jumlah tersebut, disiapkan sebanyak 912 TPS dengan perkiraan jumlah pemilih sekitar 356.086 orang. "Selain menyelesaikan seleksi administrasi, panitia saat ini juga dalam proses melakukan tahapan daftar pemilih tetap," katanya.