Hampir Separuh Karyawan Puskesmas Pengasih II Kulonprogo Terinfeksi Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati-Harian Jogja - Nina Atmasari
28 Juni 2021 18:27 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebanyak 23 dari 50 atau hampir separuh karyawan Puskesmas Pengasih II di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terkonfirmasi COVID-19, sehingga pusat kesehatan masyarakat itu ditutup hingga Senin, 5 Juli 2021.

"Hari ini, kami melakukan Swap PCR kepada 20 karyawan yang memiliki kontak erat ring dua, dan tujuh karyawan lainnya sudah dinyatakan negatif," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Senin.

Ia mengatakan pelayanan di Puskesmas Pengasih II untuk sementara ditutup hingga 5 Juli 2021 dan akan dibuka kembali pada 6 Juli 2021. Sedangkan pelayanan kepada masyarakat dialihkan ke Puskesmas Pengasih I.

"Kepada masyarakat dapat memahami kondisi ini karena baik pelayanan di pelayanan gedung dan luar gedung, termasuk jadwal vaksinasi yang sudah ditetapkan ditunda sampai kondisi selesai isolasi," katanya.

BACA JUGA: Singapura Anggap Covid-19 sebagai Flu Biasa, Ini Langkah yang Dilakukan..

Baning mengakui kasus karyawan Pengasih II terpapar COVID-19 merupakan kejadian kedua. Sebelumnya juga pernah ditutup karena beberapa karyawannya terkonfirmasi COVID-19. Namun kali ini, karyawan yang terkonfirmasi COVID-19 lebih banyak.

"Sehingga penutupannya lebih panjang karena sumber daya manusia yang ada tidak mungkin memberikan pelayanan," katanya.

Kasus di Puskesmas Pengasih II diawali dari keluarga karyawan yang positif, namun yang bersangkutan tidak menyadari dirinya merupakan kontak erat. Kemudian yang bersangkutan sudah menggejala, namun tidak diperhatikan juga dan tetap masuk kantor.

Semestinya, saat pelayanan, petugas sudah menggunakan alat pelingdung diri (APD) standar, tetapi kelemahan dari petugas yakni setelah pelayanan menyelesaikan kegiatan administrasi dan istirahat sambil makan, dan tetap bersama dengan petugas lainnya dalam jarak dekat.

"Kami akan mengevaluasi terhadap kejadian-kejadian yang mengakibatkan beberapa pegawai petugas pelayanan kesehatan, baik di puskesmas dan rumah sakit menjadi tertular. Untuk itu, kepala dinas kesehatan sudah memberikan instruksi kepada semua pegawai di bawah dinas kesehatan untuk ingat protokol kesehatan, baik saat memberikan pelayanan maupun setelah pelayanan," katanya.

Sumber : Antara