49 Orang Diduga Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Turi Sleman Hentikan Operasional
Sebanyak 49 penerima MBG di Turi Sleman mengalami gejala gangguan pencernaan. Operasional SPPG Turi Wonokerto dihentikan sementara.
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik./Ist-FOTO ANTARA
Harianjogja.com, BANTUL- Sejumlah warga di salah satu padukuhan di Srigading, Sanden, terpaksa menjalani isolasi mandiri untuk beberapa waktu ke depan. Pasalnya warga kedapatan melakukan pemulasaran jenazah suspek Covid-19 tanpa prokes.
Panewu Sanden, Bangun Rahina, telah memerintahkan penanggung jawab Dukuh untuk mengimbau warga yang sempat datang ke pemulasaran hingga pemakaman jenazah melakukan isolasi mandiri. "Kami perintahkan PJ Dukuh untuk mengimbau mereka yang bersentuhan saat pemulasaran jenazah untuk di-dopping multivitamin kemudian disuruh istirahat yang cukup. Kemudian makan yang bergizi, mudah-mudahan mereka tidak tertular," tuturnya Kamis (1/7/2021).
BACA JUGA: Delapan Pasien Covid-19 di Kulonprogo Meninggal Saat Isolasi di Rumah
Mulanya warga tidak tahu kalau jenazah yang dimakamkan suspek. Pasca pemakanan, baru diketahui jenazah sebelumnya positif swab antigen dan menunggu hasil PCR. "Sebenarnya dia [almarhum] kan sudah tes antigen, antigen hasilnya positif. Itu kalau dari waris itu menyampaikan hal itu kepada masyarakat, pastinya pemakaman itu dilaksanakan secara prokes. Tapi mungkin ahli waris tidak menyampaikan itu sehingga dilakukan [pemulasaran] biasa," tambahnya.
"Setelah itu [pemakaman] malam-malam disampaikan pak lurah. Ternyata [jenazah] itu hasilnya positif antigen, sementara menunggu hasil swabnya belum keluar. Kalau itu nanti keluar positif, berarti kan jenazah membawa virus juga, waktu meninggal suspek," terangnya.
Dijelaskan Bangun, almarhum sebenarnya sempat dibawa ke rumah sakit karena sakit. Di sana diketahui swab antigennya positif dan menunggu hasil PCR. Tetapi tak berselang lama, almarhum dibawa pulang ke rumah dan meninggal di rumah. "Saya kurang tahu apakah karena biaya atau karena apa dia harus di bawa pulang ke rumah. Waktu dibawa pulang masih hidup, meninggalnya di rumah," imbuhnya.
"Antigennya 28 Juni, meninggalnya 30 Juni. Antigen hasilnya langsung keluar. PCR sampai sekarang belum. Karena memang untuk PCR laboratoriumnya penuh terus," ujarnya.
Insiden ini menurut Bangun murni miskomunikasi keluarga. "Murni miskomuniasi keluarga. Mungkin keluarga sendiri tidak menyampaikan [kepada warga] karena masih tes antigen. Sehingga masyarakat menganggap karena tidak ada pemberitahuan dari keluarga meninggalnya bukan karena itu [Covid-19]," tuturnya.
Saat ini sejumlah warga diminta isolasi mandiri dan menjaga kesehatan. Kalurahan pun mengirimkan multivitamin kepada warga isolasi. "Sekarang baru pendataan, karena memang hari ini teman-teman Puskesmas masih vaksinasi di Gadingsari. Kemudian nanti siang atau besok dilakukan tracing kepada warga yang pemulasaran jenazah terus yang pemakaman juga," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 49 penerima MBG di Turi Sleman mengalami gejala gangguan pencernaan. Operasional SPPG Turi Wonokerto dihentikan sementara.
BPOM menemukan 31 obat bahan alam dan suplemen kesehatan ilegal pada pengawasan Mei-Juni 2026. Sebanyak 30 produk mengandung BKO.
Instagram kini memungkinkan pengguna memasukkan foto yang menandai akun mereka ke grid profil utama tanpa mengunggah ulang konten.
Marc Márquez memburu gelar MotoGP kedelapan. Simak daftar pebalap dengan gelar kelas utama terbanyak sepanjang sejarah.
Como menang 4-1 atas RB Leipzig pada debut Liga Champions, tetapi tidak menurunkan satu pun pemain Italia dalam starting XI.
Penjualan mobil listrik dan plug-in hybrid di Rusia melonjak 118 persen saat pasokan bensin terganggu akibat serangan terhadap kilang minyak.