Pemberian Vaksinasi Ketiga Bagi Nakes Masih Menunggu Instruksi Kemenkes

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
14 Juli 2021 08:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Kementerian Kesehatan berencana memberikan suntikan vaksin ketiga bagi tenaga kesehatan. Adanya wacana ini, pemkab Gunungkidul masih menunggu instruksi terkait dengan kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, seluruh tenaga kesehatan sudah mendapatkan vaksin corona jenis Sinovac. Total ada 3.445 tenaga kesehatan yang divaksin.

BACA JUGA : Vaksinasi Nakes di Bantul Belum Tuntas

Meski demikian, lanjut dia, masih ada tenaga kesehatan yang terpapar virus corona. “Untuk jumlah belum menghitung secara rinci karena tersebar mulai dari puskesmas, rumah sakit. Bahkan petugas di dinas kesehatan pun juga ada yang kena, salah satunya kepala bidang pelayanan kesehatan dan kasubag keuangan positif,” katanya, Selasa (13/7/2021).

Oleh karenanya, untuk pemberian vaksin ketiga seperti yang diwacanakan pemerintah pusat, Dewi hanya bisa menunggu instruksi lebih lanjut terkait dengan kebijakan tersebut. “Sampai sekarang belum ada instruksi dan kami tunggu nantinya seperti apa,” ungkapnya.

Disinggung mengenai pelaksanaan vaksinasi secara umum, Dewi mengakui proses jalan terus. Total sudah ada sekitar 122.165 orang yang telah mendapatkan vaksin. Jumlah ini setara dengan 27% dari total populasi penduduk di Gunungkidul.

Adapun sasaran vaksin telah menyasar ke petugas kesehatan, lansia, sektor pelayanan publik, masyarakat rentan hingga masyarakat umum. “Target kami adalah 70% dari jumlah penduduk ikut vaksin anti corona,” katanya.

BACA JUGA : Kabar Baik, Nakes Petugas Vaksinasi Covid-19

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, hingga saat ini jenis yang digunakan adalah vaksin Sinovac dan AstraZeneca. “Masih jalan terus proses vaksinnya,” katanya.

Azis mengklaim untuk stok vaksin masih mencukupi. Selain itu, pihaknya juga terus meminta tambahan distribusi guna menjaga ketersediaan vaksin. “Untuk sekarang vaksin Sinovac masih 25.530 dosis dengan masa kedaluarsa akhir Oktober 2021. Sedangkan untuk AstraZeneca ada 6.550 dosis dengan masa izin edar habis di akhir Agustus,” katanya.