Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi vaksinasi Covid-19./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, WONOSARI – Kementerian Kesehatan berencana memberikan suntikan vaksin ketiga bagi tenaga kesehatan. Adanya wacana ini, pemkab Gunungkidul masih menunggu instruksi terkait dengan kebijakan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, seluruh tenaga kesehatan sudah mendapatkan vaksin corona jenis Sinovac. Total ada 3.445 tenaga kesehatan yang divaksin.
BACA JUGA : Vaksinasi Nakes di Bantul Belum Tuntas
Meski demikian, lanjut dia, masih ada tenaga kesehatan yang terpapar virus corona. “Untuk jumlah belum menghitung secara rinci karena tersebar mulai dari puskesmas, rumah sakit. Bahkan petugas di dinas kesehatan pun juga ada yang kena, salah satunya kepala bidang pelayanan kesehatan dan kasubag keuangan positif,” katanya, Selasa (13/7/2021).
Oleh karenanya, untuk pemberian vaksin ketiga seperti yang diwacanakan pemerintah pusat, Dewi hanya bisa menunggu instruksi lebih lanjut terkait dengan kebijakan tersebut. “Sampai sekarang belum ada instruksi dan kami tunggu nantinya seperti apa,” ungkapnya.
Disinggung mengenai pelaksanaan vaksinasi secara umum, Dewi mengakui proses jalan terus. Total sudah ada sekitar 122.165 orang yang telah mendapatkan vaksin. Jumlah ini setara dengan 27% dari total populasi penduduk di Gunungkidul.
Adapun sasaran vaksin telah menyasar ke petugas kesehatan, lansia, sektor pelayanan publik, masyarakat rentan hingga masyarakat umum. “Target kami adalah 70% dari jumlah penduduk ikut vaksin anti corona,” katanya.
BACA JUGA : Kabar Baik, Nakes Petugas Vaksinasi Covid-19
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, hingga saat ini jenis yang digunakan adalah vaksin Sinovac dan AstraZeneca. “Masih jalan terus proses vaksinnya,” katanya.
Azis mengklaim untuk stok vaksin masih mencukupi. Selain itu, pihaknya juga terus meminta tambahan distribusi guna menjaga ketersediaan vaksin. “Untuk sekarang vaksin Sinovac masih 25.530 dosis dengan masa kedaluarsa akhir Oktober 2021. Sedangkan untuk AstraZeneca ada 6.550 dosis dengan masa izin edar habis di akhir Agustus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.