Jelang Iduladha, Penjualan Sapi di Kulonprogo Anjlok 20%

Ilustrasi penjualan hewan kurban. - Bisnis/Arief Hermawan P
16 Juli 2021 13:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Permintaan hewan ternak khususnya sapi mengalami penurunan sebanyak 20 persen jelang hari raya Iduladha. Penurunan permintaan hewan ternak ini dinilai sebagai imbas dari penerapan PPKM darurat.

Salah satu penjual sapi di Kulonprogo Olan Suparlan mengatakan sebagian besar pembeli sapi hewan kurban miliknya adalah pelanggan. "Mayoritas konsumen saya saat ini adalah pelanggan lama yang telah rutin membeli sapi untuk perayaan Iduladha. Kebanyakan dari pelanggan lama. Tetapi ada juga [pelanggan] baru [tetapi] cuma sedikit. Nah untuk sistemnya itu mereka datang langsung ke sini. Biasanya perwakilan dari panitia kurban," kata Olan pada Jumat (16/7/2021).

PPKM Darurat di tengah pandemi Covid-19 ini memang menjadi momok tersendiri bagi Olan. Pada tahun-tahun sebelumnya Olan mampu menjual hewan ternak sapi sebanyak 150 sampai dengan 200 ekor.

"Namun, tahun ini, terlebih saat diberlakukannya PPKM darurat penjualan sapi anjlok sebesar 20 persen. Sepekan sebelum berlangsungnya hari raya Iduladha, penjualan sapi baru mencapai 120 ekor. Karena masih masa pandemi, konsumen yang datang dibatasi, dan tidak boleh berkerumun," kata Olan.

Sapi yang dijual oleh Olan cukup variatif. Ada Limosin, Simental maupun PO atau Sapi Jawa dengan bobot rata-rata 300 hingga 450 Kg.

Baca juga: Mobilitas Turun dalam Sepekan PPKM Darurat, Wiku: Belum Cukup untuk Turunkan Kasus

"Dari segi kualitas daging dan umur sapi udah layak, artinya sudah dewasa sehingga masuk syarat hewan kurban. Kondisi sapi kami lumayan sehat, bagus dan insyaallah memenuhi standar untuk kurban. Harga yang dipatok pun bervariasi mulai Rp19 Juta hingga yang paling mahal Rp30 Juta," kata Olan.

Iduladha tahun ini juga sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo telah mengatur jika pemotongan hewan kurban saat Iduladha tahun 2021 dilaksanakan pada hari tasyrik.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo menyatakan pelaksanaan pemotongan hewan kurban di kabupaten Kulonprogo bakal dilaksanakan pada tanggal 21, 22, hingga 23 Juli 2021. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilaksanakan usai penerapan PPKM darurat rampung dilaksanakan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo Aris Nugroho mengatakan kebijakan tersebut berasal dari surat edaran (SE) Bupati Kulonprogo nomor 451/22/31 tanggal 8 Juli 2021 tentang ketentuan pelaksanaan peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran, Salat Iduladha, dan pelaksanaan kurban di tahun 2021 dalam masa PPKM darurat.

"Intinya, terkait dengan pemotongan hewan kurban ini, di dalam SE disampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan kurban dilaksanakan pada tanggal 21, 22, dan 23 Juli 2021 di hari tasyrik. Dikarenakan tanggal 20 masih ppkm darurat," kata Aris.

Kebijakan pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada tanggal 20, 21, dan 23 sudah disosialisasikan ke sejumlah kecamatan dan kelurahan yang ada di kabupaten Kulonprogo. Selain itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulonprogo juga dilibatkan dalam upaya sosialisasi.

"Tentunya [pelaksanaan pemotongan hewan kurban] harus mengikuti protokol pencegahan penularan Covid-19. Sudah kita sosialisasikan melalui zoom meeting dengan kepala kantor kementerian agama kabupaten Kulonprogo. Serta, semua OPD di kabupaten Kulonprogo. Kami juga libatkan panewu, lurah, dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU," kata Aris.