Peristiwa Kebakaran di Sleman Capai 61 Kasus, Damkar Ingatkan Masalah Instalasi Listrik

Warga melintas di kawasan pertokoan di Wedomartani, Ngemplak, Sleman yang tersisa puing-puing akibat kebakaran. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
12 Agustus 2021 03:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Hingga 11 Agustus ini, peristiwa kebakaran yang terjadi di Sleman tercatat sebanyak 61 kasus. Penyebabnya ada sejumlah faktor. Salah satunya terkait instalasi kelistrikan yang tidak sesuai standar.

Kasiops dan Investigasi Kebakaran Bidang Damkar Satpol PP Sleman Suwandi mengatakan hingga kini instansinya mencatat 61 kasus kebakaran melanda wilayah Sleman. Data tersebut terhimpun sejak 1 Januari hingga 11 Agustus kemarin.

"Penyebab kebakaran beragam, tetapi didominasi kasus hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Makanya, kami mengingatkan kembali masyarakat untuk mengecek kondisi instalasi listrik yang ada," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (11/8/2021).

BACA JUGA : Lupa Matikan Api, Rumah Warga di Ngampilan Jogja Terbakar

Dia mengatakan, konsleting listrik terjadi akibat instalasi listrik yang tidak standar pada bangunan. Semisal kabel listrik yang digunakan tidak standar dan tidak tertata rapi. Begitu juga dengan masalah stopkontak saklar yang digunakan untuk berbagai macam barang elektronik.

"Satu stopkontak harusnya untuk lemari es atau TV saja. Jangan satu stopkontak digunakan untuk beberapa peralatan elektronik," katanya.

Penyebab lain kebakaran adalah pembakaran sampah yang ditinggal begitu saja. Padahal seringkali sampah yang dibakar tersapu angin sehingga menyebabkan kebakaran. Dia berharap agar warga mengganti kebiasaan membakar sampah agar kasus kebakaran tidak terjadi.

"Beberapa kasus kebakaran yang terjadi adalah kebakaran lahan. Biasanya akibat puntung rokok," ujar Suwandi.

BACA JUGA : Korsleting Listrik, Kantor dan Gudang Makanan di Concat

Dibandingkan sebelum masa pandemi Covid-19, kata Suwandi, kasus kebakaran di Sleman mulai mengalami penurun. Hal itu selain kemungkinan banyak warga di rumah, juga disebabkan sosialisasi yang massif dari Damkar kepada masyarakat.

"Pada 2019, kami mencatat 204 kasus kebakaran. Selama 2020 sejak pandemi hanya terjadi 90 kasus. Tahun ini, sampai Agustus baru tercatat 61 kasus," katanya.

Pada Selasa (10/8), Damkar Sleman setidaknya menangani tiga lokasi kebakaran. Sekitar pukul 10.55 WIB kebakaran melanda gudang distributor sembako di Trapesium No.29 Condongcatur Depok akibat korsleting Listrik.

Dilanjutkan pemadaman kebakaran pada pukul 14.45 WIB di Perum Griya Perwita Wisata No.08 Sukoharjo Ngaglik di mana rumpun bambu terbakar akibat pembakaran sampah. Kemudian, sore harinya sekitar pukul 16.40 WIB sebuah rumah terbakar di Jlatren Jogotirto Berbah.

"Sebelumnya juga ada kebakaran 13 kios di Jetis Ngemplak. Itu kerugian ditaksir sekitar Rp300 juta. Untuk kerugian lainnya datanya saya tidak hafal," katanya.

BACA JUGA : Mesin Blower Pendingin Pabrik Terbakar

Panewu Ngemplak Siti Wahyu Purwaningsih mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan kabupaten terkait korban kebakaran 13 kios di utara wahana wisata Air Jogja Bay itu. "Segera kami laporkan ke kabupaten mas, biasanya nanti ada bantuan dari kabupaten," katanya.

Dari 13 kios, tercatat dimiliki oleh 10 orang. Empat orang warga Wedomartani Ngemplak, seorang warga Maguwoharjo, sisanya warga Bantul dan Gunungkidul.