Meski Masuk PPKM Level 4, Tahapan Pilihan Lurah di Gunungkidul Jalan Terus

Ilustrasi. - Freepik
22 Agustus 2021 21:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul memastikan tahapan pilihan lurah di 58 kalurahan tetap berjalan terus. Hal ini menjawab adanya wacana penundaan tahapan yang diserukan oleh Kementerian Dalam Negeri terkait dengan penerapan PPKM Level empat.

Salah satu tahapan yang terus berlangsung terlihat di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo. Saat ini panitia dalam proses pemutakhiran data pemilih untuk penyusunan daftar pemilih sementara.

Ketua Panitia Pemilihan Lurah Bejiharjo, Aryanto mengatakan pihaknya sudah mendengar adanya potensi penundaan penyelenggaaraan pilihan lurah. Meski demikian, hasil koordinasi dengan Kapanewon Karangmojo, unsur kepanitiaan diminta melanjutkan tahapan sesuai jadwal yang sudah disusun.

Baca juga: Panglima TNI Sebut Kasus Positif Covid-19 Harian di Kulonprogo Masih Tinggi

“Oleh panewu kami diminta melanjutkan tahapan dan tidak terpengaruh dengan wacana penundaan pilihan lurah,” kata Aryanto, Sabtu (21/8/2021).

Menurut dia, tahapan sedang dalam proses penyusunan DPS untuk pilihan lurah. Sebelum ditetapkan, petugas pemutakhiran data pemilih telah melakukan pendataan terkait dengan calon pemilih yang akan menggunakan dalam pencoblosan yang direncanakan pada 29 Oktober mendatang.

Selain penetapan calon pemilih, sambung Aryanto, panitia juga mulai mempersiapkan untuk pendaftaran bakal calon lurah. Rencananya, pendaftaran dilaksanakan mulai 30 Agustus sampai 9 September mendatang.

“Tahapan kami laksanakan sesuai dengan jadwal. Dalam waktu dekat kami tetapkan DPS kemudian daftar pemilih tetap yang dilanjutkan dengan pengumuman dan pendaftaran bakal calon lurah,” katanya.

Baca juga: Fadli Zon Kritik Ucapan Selamat dari Jokowi pada PM Baru Malaysia, Ini Alasannya

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M Farkhan mengatakan, tidak ada masalah berkaitan dengan tahapan pilihan lurah di Gunungkidul, meski ada instruksi dari Menteri Dalam Negeri tentang penundaan tahapan. Ia berdalih tahapan tetap berlanjut karena pelaksanaan tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Yang ditunda tahapan yang berpotensi menimbulkan kerumuman seperti pilihan, pengambilan nomor urut hingga kampanye. Sedangkan tahapan di Gunungkidul, baru sebatas penyusunan daftar pemilih. Jadi, tidak ada masalah terus dilanjutkan,” katanya.

Farkhan mengungkapkan dengan terus berlanjutnya tahapan, maka pelaksanaan pencoblosan belum ada perubahan. Rencananya, pemilihan dilaksanakan pada akhir Oktober mendatang serentak di 58 kalurahan.

“Kami sudah siapkan anggaran sekitar Rp4,1 miliar untuk penyelenggaraan. Alokasi ini sudah termasuk anggaran untuk pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dalam protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus,” katanya.