Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul memastikan tahapan pilihan lurah di 58 kalurahan tetap berjalan terus. Hal ini menjawab adanya wacana penundaan tahapan yang diserukan oleh Kementerian Dalam Negeri terkait dengan penerapan PPKM Level empat.
Salah satu tahapan yang terus berlangsung terlihat di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo. Saat ini panitia dalam proses pemutakhiran data pemilih untuk penyusunan daftar pemilih sementara.
Ketua Panitia Pemilihan Lurah Bejiharjo, Aryanto mengatakan pihaknya sudah mendengar adanya potensi penundaan penyelenggaaraan pilihan lurah. Meski demikian, hasil koordinasi dengan Kapanewon Karangmojo, unsur kepanitiaan diminta melanjutkan tahapan sesuai jadwal yang sudah disusun.
Baca juga: Panglima TNI Sebut Kasus Positif Covid-19 Harian di Kulonprogo Masih Tinggi
“Oleh panewu kami diminta melanjutkan tahapan dan tidak terpengaruh dengan wacana penundaan pilihan lurah,” kata Aryanto, Sabtu (21/8/2021).
Menurut dia, tahapan sedang dalam proses penyusunan DPS untuk pilihan lurah. Sebelum ditetapkan, petugas pemutakhiran data pemilih telah melakukan pendataan terkait dengan calon pemilih yang akan menggunakan dalam pencoblosan yang direncanakan pada 29 Oktober mendatang.
Selain penetapan calon pemilih, sambung Aryanto, panitia juga mulai mempersiapkan untuk pendaftaran bakal calon lurah. Rencananya, pendaftaran dilaksanakan mulai 30 Agustus sampai 9 September mendatang.
“Tahapan kami laksanakan sesuai dengan jadwal. Dalam waktu dekat kami tetapkan DPS kemudian daftar pemilih tetap yang dilanjutkan dengan pengumuman dan pendaftaran bakal calon lurah,” katanya.
Baca juga: Fadli Zon Kritik Ucapan Selamat dari Jokowi pada PM Baru Malaysia, Ini Alasannya
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M Farkhan mengatakan, tidak ada masalah berkaitan dengan tahapan pilihan lurah di Gunungkidul, meski ada instruksi dari Menteri Dalam Negeri tentang penundaan tahapan. Ia berdalih tahapan tetap berlanjut karena pelaksanaan tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.
“Yang ditunda tahapan yang berpotensi menimbulkan kerumuman seperti pilihan, pengambilan nomor urut hingga kampanye. Sedangkan tahapan di Gunungkidul, baru sebatas penyusunan daftar pemilih. Jadi, tidak ada masalah terus dilanjutkan,” katanya.
Farkhan mengungkapkan dengan terus berlanjutnya tahapan, maka pelaksanaan pencoblosan belum ada perubahan. Rencananya, pemilihan dilaksanakan pada akhir Oktober mendatang serentak di 58 kalurahan.
“Kami sudah siapkan anggaran sekitar Rp4,1 miliar untuk penyelenggaraan. Alokasi ini sudah termasuk anggaran untuk pelaksanaan sesuai dengan ketentuan dalam protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.