Pemkab Sleman: Siswa ke Sekolah pada Januari 2022

Ilustrasi. - Freepik
25 Agustus 2021 18:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman mulai ancang-ancang untuk membuka pembelajaran tatap muka (PTM) pada Januari 2021 mendatang. Penerapan PTM ini akan dilakukan jika semua sudah memenuhi syarat. Salah satunya capaian vaksinasi Covid-19 bagi para pelajar.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan saat ini Pemkab masih berkonsentrasi menyelesaikan kegiatan vaksinasi bagi remaja usia 12 tahun ke atas. Jika vaksinasi pelajar mampu mendorong pembukaan PTM, maka pembelajaran tatap muka bisa terwujud.

"Makanya vaksinasi bagi pelajar kami geber ini. Untuk SMP kami gencarkan, untuk SMA kami koordinasi dengan Provinsi. Termasuk bagi perguruan tinggi," katanya, Rabu (25/8/2021).

BACA JUGA: Air Berbuih di Bantaran Sungai Gajahwong Cemari Lingkungan Giwangan

Sementara, kata Harda, Pemkab berencana untuk membuka PTM pada Januari 2021 mendatang. Dia berharap proses persiapan menuju PTM pada Januari nanti disiapkan betul oleh sekolah dan dinas pendidikan. "Selama dua tiga bulan ke depan ini, kami evaluasi. Hingga pada satu titik akan diputuskan apakah Januari nanti PTM dimulai atau tidak," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, mengatakan saat ini Disdik sedang mendata siswa-siswi usia 12 tahun ke atas yang sudah dan belum divaksin. Proses vaksinasi sendiri masih terus dilakukan di sejumlah sekolah secara masal namun tidak menutup kemungkinan siswa mengikuti vaksinasi secara mandiri di puskesmas.

Jika kesedian vaksin Covid-19 masih memadai, katanya, Disdik menargetkan seluruh siswa usia 12 tahun ke atas telah divaksin pada Oktober mendatang. "Saat ini kami baru minta data-data ke sekolah yang sudah divaksin atau belum. Intinya kami segera selesaikan vaksinasi untuk persiapan tatap muka. Data detail baru proses karena anak-anak vaksinnya melalui beberapa jalur," kata Ery.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan capaian vaksinasi bagi pelajar jingga kini masih 19,83% dari total sasaran sebanyak 19.491 siswa. Adapun jumlah siswa sasaran berada di 119 SMP (negeri dan swasta) dan 30 MTs (negeri dan swasta).

Dinkes masih terus melakukan kegiatan vaksinasi ini agar herd immunity 70% bisa tercapai. "Ini sangat-sangat tergantung pada ketersediaan vaksin. Animo masyarakat cukup tinggi. Kami akan mempercepat vaksinasi melalui sentra-sentra vaksin tetapi sekali lagi ini tergantung dari stok ketersediaan vaksin," kata dia.