Wabup Sleman Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan untuk Cegah Stunting

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menghadiri penyerahan bantuan alat pencacah daging ikan dan Vacum sealer dari Fakultas Pertanian UGM kepada KSM Usaha Mulia di Dusun Kandangsari, Ngaglik, Minggu (29/8). - Ist.
30 Agustus 2021 08:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sleman masih dihadapkan dengan permasalahan stunting pada anak. Gerakan gemar makan ikan dinilai menjadi salah satu solusi untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat dan penanganan stunting.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan Pemkab Sleman terus berupaya mempercepat penanggulangan stunting. Berbagai program dan strategi yang dilakukan diharapkan mampu menurunkan angka stunting.

Meski prevalensi stunting di Kabupaten Sleman pada beberapa tahun ini mengalami penurunan secara signifikan, namun persentasenya masih tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, prevelensi stunting di tahun 2018 sebesar 11%, dan di tahun 2019 menurun jadi 8,38%, kemudian kembali menurun pada tahun 2020 yakni sebesar 7,24%.

BACA JUGA : Stunting Gunungkidul Masih di Angka 17,4 Persen

Danang menilai, pemberian bantuan paket makanan bergizi hasil budidaya lele bagi masyarakat Kandangsari, Sukoharjo, Ngaglik merupakan salah satu upaya untuk mendukung program Pemkab Sleman dalam membudayakan gerakan ”Gemar Makan Ikan” dan mengurangi angka stunting.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya kita untuk saling bahu membahu dari masyarakat untuk masyarakat. Pemberian bantuan paket makanan bergizi ini akan sangat memberikan manfaat yang sangat besar bagi penerimanya," katanya disela kegiatan pemberian bantuan, Minggu (29/8/2021).

Dia menyebut program yang dilakukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Usaha Mulia dan Keluarga Departemen Perikanan UGM sejalan dengan program Pemkab Sleman yang terus menggalakkan makan ikan guna pemenuhan asupan makan bergizi. "Kita tahu, ikan memiliki banyak manfaat yang diperlukan oleh tubuh dalam masa pertumbuhan bagi ibu hamil dan anak sehingga dapat mencegah stunting,” kata Danang.

Wakil Dekan Bidang Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Fakultas Pertanian UGM Sri Nuryani Hidayah Utami mengatakan disamping upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, program ini bertujuan untuk mendekatkan budidaya ikan di tengah-tengah masyarakat.

Fakultas Pertanian UGM, katanya memberikan bantuan alat pencacah daging ikan dan vacum sealer. Penyerahan alat tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produksi olahan ikan lele di KSM Usaha Mulia. "Semoga tidak berhenti sampai disini, tempat ini bisa menjadi desa wisata khusus olahan makanan ikan,” tambahnya.

BACA JUGA : Warga Sleman Diajak Mencegah Stunting dengan Cara

Selama ini, lanjutnya, KSM Usaha Mulia yang menjadi binaan Departemen Perikanan UGM sukses melakukan program pemberdayaaan masyarakat berupa budidaya lele menggunakan buis beton yang tersebar di pekarangan warga. "Kami juga membina anggota KSM Usaha Mulia untuk mengolah lele menjadi olahan bernilai jual tinggi seperti frozen food sempol, cilok, empek-empek," katanya.