PPKM Level 3: Sleman Usulkan Uji Coba Pembukaan 25 Destinasi Wisata

Jip wisata melintas di salah satu sudut di Dusun Kaliurang Timur, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Senin (27/8 - 2018). Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
08 September 2021 07:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman mengusulkan ujicoba pembukaan destinasi wisata ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Upaya ini dilakukan karena saat ini Sleman sudah masuk PPKM level 3.

Padahal, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomer 30 Tahun 2021, objek wisata di daerah PPKM level 3 belum diperbolehkan untuk beroperasi. "Usulan ini didasarkan atas pertimbangan karena tidak sedikit warga yang menggantungkan kelangsungan hidup di sektor pariwisata," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Eka Priastana Putra, Selasa (7/9/2021).

BACA JUGA : DIY Siapkan Uji Coba Pembukaan Destinasi Wisata, Ini Lokasi yang Akan Dibuka

Sejak penerapan PPKM Darurat pada Juli lalu, katanya banyak pelaku wisata yang mengeluh sehingga Dispar mengusulkan ke pemerintah pusat agar pariwisata di Sleman dapat kembali bergerak. "Kami mengusulkan 25 destinasi wisata di Sleman, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta, bisa menjalani uji coba," katanya.

Sejumlah destinasi wisata yang diusulkan untuk menjalani uji coba di antaranya Candi Prambanan, Ratu Boko, serta tujuh candi yang dikelola Pemkab Sleman meliputi Candi Sari, Ijo, Kalasan, Banyunibo, Barong, Sambisari, dan Gebang. Objek wisata Tlogoputri, Gardu Pandang, Museum Gunung Merapi yang berada di lereng Merapi juga diusulkan untuk dibuka.

Selain itu, Monumen Jogja Kembali, Museum Ullen Sentalu, Museum Pendidikan Indonesia, dan destinasi buatan Jogja Bay, Jogja Exotarium, agro wisata Bhumi Merapi, Merapi Park, Studio alam Gamplong termasuk yang diusulkan dibuka.

"Untuk objek wisata yang dikelola masyarakat, kami baru mengusulkan satu destinasi wisata yakni Tebing Breksi," katanya.

Seluruh destinasi yang diusulkan tersebut, lanjut Eka, dinilai sudah memenuhi syarat untuk beroperasi. Misalnya, pengelola yang divaksin minimal sudah terpenuhi 80%, memiliki Tim Satgas, mengantongi rekomendasi dari Satgas Covid-19 Sleman dan sertifikat CHSE dari Kemenparekraf.

"Gubernur DIY meminta, sebuah destinasi dapat dibuka jika herd immunity sudah 80 persen. Karena itu, kami akan percepat vaksinasi bagi pelaku wisata," kata Eka.

Pengelola obyek wisata Tebing Breksi, Kholiq Widianto berharap agar destinasi wisata dapat kembali beroperasi. Hingga kini, objek wisata tersebut masih tertutup untuk publik sesuai aturan PPKM. "Namun sejak restoran boleh beroperasi, warung dan restoran dibuka dengan lebih dulu melakukan reservasi," katanya.

Untuk diketahui, di wilayah Sleman tercatat 146 destinasi wisata. Jumlah tersebut belum termasuk 54 desa wisata. Dari semua destinasi yang ada, belum semua memenuhi persyaratan ujicoba, terutama destinasi yang berbasis pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA : PPKM Sudah Level 3, Wisata di Kulonprogo Masih Tetap Ditutup

Pemkab Sleman sendiri menargetkan pada September ini, program vaksinasi Covid-19 menyasar 6.450 pelaku wisata yang akan digerlar di delapan titik. Adapun capaian vaksin dosis pertama di Sleman mencapai 56,2%, dosis kedua 27,2% dan dosis ketiga booster moderna untuk tenaga kesehatan 76,20%.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono tidak menampik jika saat ini banyak warga yang mengunjungi lokasi wisata seperti di kawasan Kaliurang. Alasannya di kawasan tersebut banyak restoran dan hotel yang secara aturan memang dibolehkan dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Kalau aksesnya memang tidak ditutup karena yang ditutup objek wisatanya. Kalau pun yang datang menimbulkan kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan, itu tugas Satgas Covid-19 untuk membubarkan, mengedukasinya," kata Suparmono.

Penutupan distinasi wisata selama ini, kata Suparmono, dimanfaatkan oleh pemerintah dan pelaku wisata untuk mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19. Hal itu dilakukan untuk persiapan bila suatu waktu destinasi wisata diizinkan beroperasi. "Kalau semuanya sudah divaksin, baik pelaku wisata maupun wisatawan akan merasa aman," katanya.